Sosialisasi Program Unggulan Dinas Pendidikan dan RKAS on-Line bagi Kepala Sekolah dan Bendahara SMP se-Tulang Bawang

128

Radartuba.com, Banjar Margo – Bertempat di aula SMP Negeri 1 Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang telah diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Unggulan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang dan RKAS on-line bagi Kepala Sekolah dan Bendahara SMP se-Tulang Bawang. Program unggulan tersebut adalah Program Gerakan Ayo Belajar Subuh, Green School, dan Koperasi BMW Kependidikan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS ) Kabupaten Tulang Bawang pada hari Selasa (20/8).

Ketua MKKS Hi. Suradi, S.Pd.,M.M.Pd. menyampaikan bahwa untuk menyukseskan kegiatan sosialisasi “Program Gerakan Ayo Belajar Subuh, Green School, Koperasi BMW Kependidikan” dan RKAS on-Line, MKKS telah menghadirkan narasumber yakni seorang Konsultan IT dari Bandar Lampung dan dua orang Pengawas Pembina Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang.

Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Dediyanto, S.E.,M.M. mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Dalam kata sambutannya Dediyanto menyampaikan salam dan permohonan maaf Kepala Dinas Pendidikan Nasaruddin, S.H.,M.H. atas ketidakhadiran beliau dalam acara dimaksud.

“Bapak Kepala Dinas menyampaikan salam dan permohonan maaf atas ketidakhadiran Beliau untuk berada di tengah-tengah kita dalam acara ini sehingga Beliau mewakilkan kepada saya untuk membuka acara ini dan mengikuti kegiatan sampai selesai,” demikian Kabid Dikdas Dediyanto mengawali sambutannya.

Lebih lanjut, Kabid Dikdas mengatakan,”Terkait dengan kegiatan hari ini saya mohon semua peserta, baik kepala Sekolah maupun bendahara sekolah dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh!”

Anggoro Kasih, M.Si. narasumber Program Gerakan Ayo Belajar Subuh mengatakan bahwa program ini terinspirasi oleh pengalaman pribadi Ibu Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti, S.E.,M.H. dan Kepala Dinas Pendidikan Hi. Nasaruddin, S.H.,M.H. yang sejak masih kecil sudah terbiasa bangun pagi.

Gerakan “Ayo Belajar Subuh” adalah sebuah upaya berupa ajakan kepada peserta didik untuk menjadi insan yang berkarakter melalui kegiatan pembiasaan bangun pagi, melaksanakan aktivitas beribadah sesuaindengan agamanya masing-masing, dan dilanjutkan dengan belajar atau aktivitas positif lainnya dengan bimbingan orang tua (keluarga) sampai dengan waktu berangkat ke sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi dengan kurikulum di satuan pendidikan terutama pada mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti. Lahirnya program ini juga didasari oleh sebuah keprihatinan atas semakin kurangnya bentuk perhatian dan komunikasi keluarga terutama orang tua terhadap anak-anaknya.

Sementara itu materi Program Sekolah Hujau atau Green School yang dibawakan oleh narasumber Hasanudin, M.Pd. memiliki tujuan untuk menjadikan suasana kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman. Dengan suasana ini diharapkan dapat membuat proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih baik.

Konsep Sekolah Hijau (Green School) tidak hanya menekankan kepada lingkungan yang hijau saja tetapi juga berhubungan dengan kurikulum, sarana prasarana, manajemen sekolah, dan perilaku warga sekolah. Dengan konsep sekolah hijau diharapkan sekolah akan menjadi lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan kondusif bagi terselenggaranya proses pembelajaran sehingga membuat peserta didik dapat belajar dengan penuh konsentrasi yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar.

BACA JUGA:  Winarti : Sektor Pajak Miliki Fungsi Strategis Tunjang Pembangunan

Sesi ketiga diisi oleh Manager Koperasi BMW Kependidikan Guntur Abdul Naser. Pada prinsipnya Koperasi BMW Kependidikan lahir oleh kita, dari kita, dan untuk kita. Oleh karena itu koperasi ini siap memfasilitasi kebutuhan guru, tenaga pendidik serta sekolah.

Narasumber Suraji, S.E. merupakan seorang konsultan IT yang didatangkan dari Bandar Lampung mendapat porsi waktu terbanyak untuk menyampaikan materi tentang Rencana Kerja Anggaran Sekolah on-line.

Perencanaan program BOS meliputi dua kegiatan utama yang dilakukan oleh
kepala sekolah bersama Tim Manajemen BOS sekolah yaitu mengidentifikasi kebutuhan sekolah dan menyusun Rencana Anggaran Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Dalam mengidentifikasi kebutuhan sekolah, kepala sekolah dan Tim Manajemen BOS sekolah perlu menentukan kondisi sekolah saat ini.
Salah satunya dengan melakukan evaluasi diri. Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah misalnya, bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang tetap, dan bagian yang mengalami penurunan. Hal ini penting dilakukan karena dana BOS merupakan sumber utama bagi sekolah untuk memenuhi biaya penyelenggaraan sekollah, dan kebijakan pemerintah mengharuskan BOS menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar yang bermutu. Setelah mengidentifikasi kebutuhan sekolah sesuai hasil evaluasi diri yang dilakukan oleh sekolah, maka kepala sekolah bersama Tim Manajemen BOS sekolah dapat menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah.

Dalam penyusunan RKAS, kepala sekolah dan Tim Manajemen BOS
sekolah harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing sumber dana. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. Misalnya untuk pembangunan ruang komputer, laboratorium baru, gedung
perpustakaan, dan sebagainya. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari provinsi. Untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. Mengingat begitu pentingnya dalam melakukan manajemen keuangan sekolah terutama dana BOS dari pemerintah, maka diperlukan suatu sistem yang mampu melakukan pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan, Sistem tersebut adalah RKAS.

Aplikasi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) merupakan sebuah
sistem informasi yang dibuat untuk menangani masalah manajemen keuangan sekolah mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. Dengan sistem yang terdistribusi diharapkan berbagai pihak yang terlibat mampu berkoordinasi dengan baik. Capaian output terakhir yang diberikan sistem informasi ini adalah pelaporan, dimana setiap report yang dihasilkan sudah disesuaikan dengan format yang dikeluarkan pemerintah. (rus/ogi)