Minim Armada, Penanganan Sampah di Tubaba Belum Maksimal

17

Radartuba.com, TUBABA – Membahas tentang lingkungan, tentu tidak lepas dari penanganan sampah. Keduanya memiliki kaitan yang sangat erat. Betapa tidak, ketika persoalan sampah tidak tertangani dengan baik, maka akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika itu (pencemaran lingkungan) yang terjadi, maka akan mengganggu kenyamanan di lingkungan masyarakat. Bahkan lebih dari itu, pencemaran lingkungan juga mengancam kesehatan masyarakat .

Di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), penanganan sampah juga dirasa belum maksimal dilakukan. Hal ini dilihat dari jumlah armada pengangkut sampah yang masih minim, begitu juga dengan SDM-nya. Mungkin karena itu, di beberapa titik khususnya di tempat-tempat umum juga masih sering terpantau adanya tumpukan sampah.

Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tubaba mengaku kewalahan dalam pengelolaan sampah di daerah setempat. Benar saja, terbatasnya armada pengangkut sampah menjadi kendala utamanya. “Saat ini, kita hanya memiliki dua kendaraan (mobil pengangkut sampah) yang beroperasi, makanya kita kewalahan dalam menangani sampah yang ada, mengingat volume sampah saat ini makin hari semakin bertambah,”ungkap Joni Andri, Kasi Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Tubaba saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (20/8/2019).

BACA JUGA:  Tiwul Mocak Karya Tim PKK Tiyuh Marga Jaya

Menurutnya, armada pengangkut sampah yang ada hanya beroperasi di lima titik saja, yakni meliputi 4 (empat) lokasi Pasar dan 1 (satu) titik perumahan atau pemukiman.”Armada kita hanya beroperasi di Pasar Pulung Kencana, Pasar Mulya Asri, Pasar Panaragan, dan Pasar Dayamurni, serta satu perumahan di jalan Protokol. Pengangkutan sampah juga dijadwal satu minggu hanya 5 kali, dan jika volume sampah banyak maka dalam satu minggu bisa setiap hari,”jelasnya.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah tersebut, Joni mengaku pihaknya sudah mengajukan penambahan kendaraan mobil sampah.”Agar lebih optimal dalam pengeloaan sampah, setiap kecamatan harus ada dua unit mobil sampah. Yang jelas, sebagai upaya dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah, kita sudah mengajukan penambahan armada,”tukasnya. (ded)