Ingat..!!! Kursi Legislatif Adalah Amanah Rakyat

33

Radartuba.com, TUBABA -Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 telah berlalu, termasuk didalamnya ada Pemilu Legislatif (Pileg) yang kini sudah menghasilkan sejumlah anggota DPRD dari berbagai latar belakang partai politik. Di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), 30 kursi dewan juga sudah diduduki para anggota dewan baru, baik mereka yang benar-benar baru terpilih dan dilantik di periode ini, atau mereka yang baru dilantik lagi karena periode sebelumnya sudah duduk sebagai anggota dewan (incumbent).

Tanggal 19 Agustus 2019 tentu menjadi hari bersejarah bagi 30 anggota DPRD Tubaba. Di hari ini, mereka mengucapkan sumpah janjinya sebagai wakil rakyat untuk 5 (lima) tahun kedepan (2019-2024). Sebelum sampai di titik ini, mereka sudah melewati tahapan dan proses panjang, mulai dari pendaftaran baik di tingkat parpol ataupun di lembaga penyelenggara pemilu, proses penetapan caleg, kegiatan kampanye, proses pemungutan dan penghitungan suara, sampai dengan penetapan caleg terpilih.

Tapi perlu disadari dan selalu diingat, bahwa DPRD adalah lembaga legislatif yang merupakan representasi dari seluruh rakyat, dimana rakyat telah menunaikan kedaulatannya melalui Pemilu Legislatif dengan memilih wakilnya yang dipercaya untuk menjalankan tugas selanjutnya. Disatu sisi, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan, DPRD bersama Gubernur / Bupati / Walikota dan perangkat daerah adalah unsur penyelenggara pemerintahan.
 
Ketentuan dan peraturan perundang-undangan lainnya juga menyebutkan bahwa terdapat 3 (tiga) fungsi yang dimiliki oleh DPRD yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Artinya, bersama dengan unsur penyelenggara pemerintahan daerah lainnya, setiap anggota DPRD diharapkan mampu menggagas, mengawal pembangunan daerah, dan melakukan pengawasan serta kritis terhadap kebijakan pemerintah. Tentu dengan satu tujuan, yakni menjalankan fungsinya dengan berdiri diatas kepentingan rakyat dan seluas-luasnya demi kesejahteraan rakyat.

Maka dari itu, tak heran jika berbagai harapan dan keinginan masyarakat terus mengalir kepada mereka yang telah duduk di kursi parlemen, hasil Pemilu 17 April 2019 ini. Bahkan, yang kita dengar sangatlah beragam. Bisa jadi sama dengan daerah lain, masyarakat di Tubaba juga menginginkan para anggota dewan khususnya di daerah setempat selalu amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Jangan hanya mengumbar janji di saat kampanye, ketika sudah “duduk” justru asik dengan kepentingan pribadinya.

BACA JUGA:  Pawai Tarhib Ramadhan, Bupati : Jangan Sia-siakan Bulan Suci Penuh Berkah

Di era demokrasi saat ini, dimana setiap orang memiliki hak untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasinya, rakyat tentu berharap para anggota dewan dapat menjadi “penyambung lidah” mereka, terutama dalam menyampaikan aspirasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah. Untuk itu, wakil rakyat di DPRD diharapkan selalu mengutamakan asprirasi rakyat.

Anggota dewan juga diharapkan selalu terjun “ke bawah”, berada di tengah-tengah masyarakat untuk mendengar dari dekat aspirasi rakyat. Tidak cukup hanya di dengar, tapi penting untuk selalu dicatat dan diingat, lalu disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Lebih dari itu, berbuatlah dengan tujuan sebesar-besarnya adalah demi rakyat. Inilah keinginan dan harapan mendasar yang selalu didambakan oleh masyarakat.

Kemudian, Tri Fungsi Legislatif (legislasi, anggaran, dan pengawasan) harus benar-benar berjalan diatas kepentingan rakyat, sekaligus menjadi “senjata” dalam memperjuangkan aspirasi yang lahir dan berasal dari bawah. Sebagai mitra kerja pemerintah, lembaga legislatif juga diharapkan mampu untuk objektif dalam memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat banyak, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang ada di kabupaten ini.

Dalam pemilu legislatif di Tubaba, ada ratusan caleg yang maju pada kontestasi politik lima tahunan ini. Setiap kegiatan sosialisasi atau kampanye yang dilakukan, masing-masing caleg memiliki program, serta visi dan misi yang sangat menjanjikan untuk kemajuan daerah dan masyarakatnya. Hal itu tentunya jangan hanya sebatas “promosi” yang dibalut dengan “tekhnik pemasaran” yang luar biasa, tapi harus menjadi tanggung jawab moral yang wajib dibuktikan setelah berhasil duduk menjadi anggota dewan.

Masyarakat hanya berharap, mereka yang telah terpilih dan berhasil duduk menjadi anggota dewan dapat menepati janji-janjinya saat kampanye dan memperjuangkan aspirasi masyarakat banyak. Harus selalu di ingat, “kursi” legislatif adalah amanah rakyat. (ded)