Terkait Kebakaran, Kapolres Mesuji Minta Warga Tinggalkan Kebiasaan

23

Radartuba.com, MESUJI–Terkait kebakaran hutan dan lahan produksi di dusun umbul Ben Kecamatan Mesuji dan Umbul Sempu desa Margojadi Kecamatan Mesuji Timur Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Mesuji AKBP Prianto Teguh Nugroho mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan yang dapat merugikan masyrakat banyak.
Bahkan Kapolres meminta masyrakat untuk meninggalkan kebiasaan Lama yaitu dengan membakar lahan untuk kebutuhan menanam padi sonor yaitu dengan membakar lahan setelah terbakar saat musim hujan masyrakat menanaminya padi dengan cara menajuk.
“Ya saya minta masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan lama membakar lahan untuk keperluan pribadi namun jika sudah seperti ini semua menjadi repot dan banyak yang dirugikan terlebih asapnya dapat mengakibatkan penyakit saluran pernapasan (ispa) bagi masyrakat,” jelas Kapolres saat dimintai keterangan dilokasi kebakaran lahan usai sholat duhur di gubuk di dekat lokasi kebakaran selasa (13/08).
Selain itu Kapolres mengimbau masyrakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan,melakukan pembakaran dan sampah yang dapat memicu kebakaran sebab di musim kemarau api mudah sekali menjalar dan dapat mengakibatkan kebakaran.
“Ya saya mengimbau agar masyrakat dimusim kemarau ini untuk berhati-hati dan waspada jangan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah dan yang lainnya agar berhati-hati karena UU nya sudah jelas jika sengaja melakukan pembakaran dan merugikan masyrakat banyak,” pungkasnya.
Ada 3 (tiga) dasar hukum yang mengatur mengenai ancaman pidana terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Pertama, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah), dan dalam..
Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dan denda maksimal sebesar Rp1.500.000.000,00 (satu koma lima miliar rupiah).
Kedua, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan
Pasal 108 menyebutkan: Setiap Pelaku Usaha Perkebunan yang membuka dan/ atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Ketiga, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup
Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milar rupiah).(mis)