Bupati Umar Ahmad Meminta Pembangunan Pasar Pulung Kencana Terus Diawasi

22

Radartuba.com, TUBABA- Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Hi.Umar Ahmad, SP meminta pembangunan Pasar Tradisional Modern Pulung Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah terus diawasi dengan pola yang terukur. Pengawasan dimaksud tidak hanya terbatas pada  pelaksanaan kegiatan seperti kalibrasi beton, batching plant, tapi juga pada kegiatan yang dilakukan supplier pihak luar serta pekerjaan teknis lainnya.

“Kita minta progres kegiatan pembangunan Pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah Tubaba, dapat terus diawasi pelaksanaan dilapangan. Baik Kalibrasi Beton dari Batching Plant dan Supplier,”ujar Bupati Umar Ahmad didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Iwan Mursalin, saat melakukan peninjauan pembangunan pasar Pulung Kencana, Rabu (14/8).

Kepada awak media, Kepala Dinas PUPR, Iwan Mursalin menambahkan bahwa, pembangunan pasar tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemkab Tubaba guna mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat melalui sektor perdagangan.”Diharapkan nantinya pasar ini, selain menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Tubaba dan sekitarnya, dan juga dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung serta pelaku pasar seperti layaknya pasar modern yang ada,”harapnya.

BACA JUGA:  Tim Dokter RSUD Tubaba Naikkan Status Sg

Sesuai dengan amanat Bupati Umar Ahmad, lanjutnya, Dinas PUPR diminta terus mengawasi pelaksanaan kegiatan pembangunan dilapangan agar pelaksanaannya sesuai dengan perencanaan yang ada serta tetap mengedepankan standar kualitas dan mutu pembangunan yang baik.”Prinsipnya dinas PUPR Tubaba melalui PPK sejak awal terus mengawasi secara intensif progres pembangunan pasar Pulung Kencana serta mereview seluruh pelaksanaan kegiatan yang dilakukan semua stakeholder pelaksana pekerjaan,”tukasnya.

Diketahui, Pasar Tradisional Modern Pulung Kencana ini dibangun menggunakan dana pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Bangunan pasar dengan konsep dua lantai diatas lahan seluas 2 hektar ini dirancang oleh arsitektur kelas dunia, Andra Matin dari Jakarta. Sementara proyek pembangunan dengan biaya sebesar Rp76 miliar lebih ini dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya, dengan kontrak kerja selama 18 bulan. (ded)