Raperda APBD 2020 Disahkan, Pemkab Tetap Fokus Program Prioritas yang Pro Rakyat

19

Radartuba.com, TUBABA– Program pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun 2020 mendatang tetap memprioritaskan infrastruktur jalan, jembatan, bangunan, dan pendidikan, serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Tubaba agar mempunyai prinsip Nemen Nedes dan Nerimo (Nenemo). Hal ini diungkapkan Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP, usai menghadiri Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat II atas Raperda APBD Tubaba Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD setempat, Selasa (13/8).

“Upaya pembangunan SDM ini, dalam bidang pendidikan kita laksanakan Tubaba Camp, Tubaba Cerdas, kemudian Sekolah Seni Tubaba. Kita juga akan konsen mendidik perilaku warga Tubaba apalagi Tubaba saat ini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan, terutama dalam pariwisata edukasi dan budaya,”ungkapnya kepada awak media

Umar juga menegaskan, program pembangunan yang akan dilaksanakan di tahun 2020 tetap mengedepankan kepentingan rakyat (Prorakyat). Sebab menurutnya, belanja langsung yang dialokasikan dalam APBD tahun 2020 diprioritaskan untuk kepentingan rakyat.”Disamping perencanaan Pemkab Tubaba untuk pembangunan sarana prasarana pemerintahan, juga lebih banyak perencanaan pembangunan dan kegiatan untuk rakyat,”jelas bupati.

Diketahui, rapat paripurna tersebut mengesahkan Raperda APBD Tubaba Tahun Anggaran 2020. Dalam rapat tersebut terungkap bahwa Pendapatan Daerah Kabupaten Tubaba tahun anggaran 2020 diproyeksikan sebesar Rp749.351.130.408,-, lebih kecil dari pendapatan daerah pada APBD Perubahan tahun anggaran 2019 yang diproyeksikan mencapai Rp931.769.150.651,-. Hal ini terjadi karena Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 belum dimasukkan dalam APBD tersebut.

Terkait kecilnya proyeksi Pendapatan Daerah Tubaba tahun 2020 yang telah di sahkan DPRD tersebut, Bupati Umar Ahmad menjelaskan bahwa Pemkab Tubaba belum memperhitungkan pendapatan dari DAK yang akan digelontorkan oleh Pemerintah Pusat untuk tahun 2020 mendatang. Sebab, hingga saat ini pemkab belum mendapatkan gambaran nilai dana DAK tersebut.”Nanti ketika kita mendapat kiriman DAK dari pemerintah pusat itu akan langsung menyesuaikan dengan Perda APBD Tubaba, dan DAK itu kan tidak bisa kita otak atik untuk dialokasikan ke kegiatan lain,”jelas Umar.

BACA JUGA:  Istri Kadis P2KBP3A Mesuji Tutup Usia

Dia menyebutkan, Pendapatan Daerah  yang diproyeksikan tahun 2020 tersebut bersumber dari  Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp37.069.490.825,-, Dana Perimbangan sebesar Rp502.580.181.815,-, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar  Rp209.701.457.768,-.

Pada sisi Belanja Daerah, jumlah belanja pada APBD Tahun Anggaran 2020 diproyeksikan sebesar Rp820.597.830.408,-, terdiri atas Belanja Langsung sebesar Rp395.380.126.826,- dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp425.217.703.582,-.”Sementara untuk Pembiayaan Daerah, Target Penerimaan Pembiayaan Daerah pada APBD Tahun 2020 adalah sebesar Rp91.121.700.000,-, sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah diproyeksikan sebesar Rp19.875.000.000,-,”urainya.

Bupati juga mengatakan, jajaran eksekutif dan legislatif telah duduk bersama membahas serta mencermati Raperda tentang APBD 2020, yang tentunya hal tersebut dilakukan agar penggunaan anggaran pada tahun 2020 dapat tetap selaras dengan upaya perwujudan visi dan misi daerah yang telah disepakati bersama.”Hari ini telah mencapai kata sepakat untuk mengesahkan Raperda APBD 2020, yang tentunya hal ini mengandung konsekwensi bahwa ada tanggung jawab untuk menyukseskan pelaksanaan seluruh program dan kegiatan yang termaktub dalam dokumen APBD 2020, disesuaikan dengan fungsi, tugas, dan kedudukan masing-masing,”pungkasnya. (ded)