PBK Kemnaker Jadi Modal Kerja, Hasan Badri : Lulusan PBK Mampu Bersaing

21

Radartuba.com, TUBABA- Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) melalui pelatihan boarding yang diberikan oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK)  Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas- Kementerian Ketenagakerjaan RI ikut andil dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Sebab, sejak tahun 2018 lalu puluhan warga usia kerja di kabupaten setempat telah mengikuti pelatihan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tubaba tersebut.

Hasilnya, dengan modal sertifikat keahlian yang diterima setelah lulus dalam pelatihan tersebut mengantarkan sebagian peserta PKB asal Tubaba mendapatkan pekerjaan. Selain itu, mereka juga bisa membuka usaha sendiri dengan kemampuan yang telah dimilikinya setelah mengikuti pelatihan. Salah satunya adalah Saidi, warga RK 1 RT 5 Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah yang mendapat panggilan kerja dari PT. ZMG Telekomunikasi-Jakarta, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi.

Kepada radartuba.com Saidi mengaku bahwa manfaat pelatihan itu sangat besar sekali, karena bisa memiliki keahlian sesuai bidang yang diikuti.”Bahkan saya tidak menyangka setelah mengikuti pelatihan itu dan dinyatakan lulus serta mendapatkan sertifikat, malah dapat panggilan kerja dari perusahaan tersebut. Mereka langsung yang mendatangi BBPLK untuk merekrut tenaga kerja, dan Alhamdulillah dari Lampung saya yang sudah mendapat panggilan,”ungkapnya yang telah mengikuti PBK selama 1,5 bulan di BBPLK- Bekasi di tahun 2019 ini.

Diketahui, ada 18 peserta asal Tubaba yang mengikuti pelatiham boarding di BBPLK-Bekasi tersebut, terdiri dari program oelatihan TIK/Perakitan Komputer 4 orang, Elektronika/Teknisi Handphone 2 orang, Elektronika/Audio Video 4 orang, dan Elektronika / Teknik Instalasi V Sat sebanyak 8 orang. Pelatihan ini gratis dengan fasilitas transportasi PP, asrama, makan dan minum, pakaian kerja, asuransi, sertifikat pelatihan dan sertifikat dari BNSP.

Pada pelatihan boarding yang dimulai pada 1 Juli 2019 lalu, Saidi memilih Program Pelatihan Elektronika di bidang Teknik Instalasi V Sat. Selama pelatihan berlangsung, dia bersama peserta lainnya dibina oleh instruktur-instruktur profesional dan berlisensi.”Pengetahuan yang diberikan oleh para instruktur sangat luar biasa. Tidak hanya sekedar teori, tapi kami langsung praktek. Makanya kami semakin mudah memahami apa yang diberikan oleh para instruktur,”terangnya.

“Yang jelas, kami sangat berterima kasih kepada BBPLK dan khususnya kepada Disnakertran Tubaba yang telah memfasilitasi kami untuk mengikuti pelatihan itu,”ucap pria berusia 18 tahun ini saat berkunjung ke Kantor Disnakertran Tubaba di Komplek SMKN 1 Tulang Bawang Tengah. Selain Saidi, 7 (tujuh) peserta pada program pelatihan bidang Teknik Instalasi V Sat juga sudah kontrak kerja dengan PT. PSN PASIFIK SATELIT NUSANTARA sebagai tenaga kerja freelance.

Hal senada diungkapkan oleh Sriono Sapto Saputro, warga RK2 RT 3 Tiyuh Murni Jaya, Kecamatan Tumijajar. Pria berusia 25 tahun ini juga adalah salah satu peserta PBK di BBPLK-Bekasi tahun ini. Sama-sama mengikuti program pelatihan Elektronika, tapi Sapto fokus di bidang Audio Video.”Materi pelatihan tentang audio video yang diberikan instruktur sangat detail sekali, mulai dari teknik perakitan sampai cara menginstal amplifier juga diberikan dalam pelatihan ini. Yang jelas, waktu selama 1,5 bulan disana tidak sia-sia apalagi kami juga dapat sertifikat kompetensi yang bisa jadi modal mencari kerja atau buka usaha sendiri,”ulasnya.

BACA JUGA:  Tiwul Mocak Karya Tim PKK Tiyuh Marga Jaya

Tidak hanya itu, lanjutnya, mereka juga dilatih tentang kedisplinan hingga institut sopan santun oleh instruktur kompeten dan berpengalaman.”Manfaat yang kami dapat dari pelatihan ini sangat luar biasa. Setidaknya, kalaupun kami tidak mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan, kami bisa membuka usaha dengan modal keahlian yang kami miliki ini. Kami berharap, pelatihan seperti ini akan terus ada dan saya menyarankan kepada yang lainnya agar jangan ragu ikut pelatihan seperti ini. Disatu sisi, saya juga akan berusaha menularkan ilmu yang saya dapat ini, khususnya di Kabupaten Tubaba,”ujarnya yang kini diangkat masuk dalam jajaran Senat BBPLK Bekasi.

Sementara itu, Kepala Disnakertran Kabupaten Tubaba Hasan Badri, SH, mengungkapkan bahwa, berdasarkan data dari BPS, angka pengangguran di daerah setempat khususnya pada tahun 2017-2018 menunjukkan peningkatan. Untuk itu, pihaknya terus berusaha mencari solusi dengan segala keterbatasan yang ada, dengan harapan setidaknya dapat mengurangi angka pengangguran di Tubaba, meskipun secara bertahap.

Salah satunya adalah berkoordinasi sekaligus menjalin kerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) yang berada dibawah naungan langsung Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas- Kementerian Ketenagakerjaan RI.”Alhamdulillah usulan kita selalu diakomodir, tidak hanya oleh BBPLK-Bekasi, tapi juga BBPLK Serang dan Banten juga kita mendapat kuota dalam kurun waktu dua tahun ini,”ungkapnya didampingi Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (Bina Penta), Arum Lestari, SKM, MM, saat di temui radartuba.com di ruang kerjanya, Selasa (13/8) siang.

Meski kuota terbatas, lanjutnya, namun ini menjadi peluang bagi masyarakat di Kabupaten Tubaba untuk meningkatkan keahlian mereka dalam bidang yang telah sediakan dalam pelatihan tersebut. Apalagi, peserta mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi modal mereka kedepan, baik untuk mencari kerja  atau membuka usaha sendiri.”Kelebihan dari pelatihan ini, mereka memiliki sertifikat skala nasional yang bisa menjadi modal. Artinya, keahlian dengan disertai sertifikat kompetensi tersebut dapat menjadi modal mereka untuk bersaing dalam peluang kerja,”tukasnya.(ded)