Pemkab Tubaba Gaet Arsitek Internasional, Kembangkan Spot Wisata Terbaru

102

Radartuba.com, GUNUNG KATUN—--Arsitek Desa, Gede Krisna dan lima turis dari Australia, gowes bareng dengan Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad dan Wabup Fauzi Hasan menuju dua spot wisata baru di Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Gunungkatun Malai, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba.
Tiga turis tersebut Mr. Brian yang kedatangannya juga bersama dengan Richard Christie (Director Southstar Technology) dan Murray Zander (Managing Director of Southstar Technology) New Zealand.
Gowes bareng puluhan pejabat dan tokoh pemuda Tubaba serta Tiyuh Gunungkatun Malai dan Tanjungan ini sejalan dengan rencananya pemkab setempat untuk mengembangkan wisata baru di daerah ini. Karenanya, Pemkab menggaet arsitek internasional Gede Krisna yang akan menata spot-spot wisata baru di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini.
Keseriusan Gede Krisna dan timnya dibuktikan dengan menempuh lintasan sejauh hampir 18 kilometer ini. Gowesan pertama dimulai dari Kota Uluan Nughik melintasi berbagai tiyuh hingga memasuki pertigaan Tiyuh Gunungkatun Malai dan Gunungkatun Tanjungan. Mengikuti jalur tanjakan dan turunan serta tikungan, rombongan yang langsung dikawal Stan Sebandar dan Stan Pak Mergo serta Kepalo Tiyuh Gunungkatun Tanjungan Qodri Azani serta Kepalo Tiyuh Gunungkatun Malai Firdon Rosid ini, juga menikmati indahnya jalur jembatan gantung yang memotong aliran Way Kiri. Tak ayal, jembatan yang nampak mengayun dengan jarak sekitar 300 meter dari titik Kerammat Pejurit Puting Gelang ini menjadi spot baru bagi para goweser untuk berselfi ria.
Setibanya di lokasi Kerammat Pejurit Puting Gelang atau yang dikenal Keramat Munggou, Gede Krisna dan para turis langsung menyantap makanan khas Tubaba, seperti singkong rebus, pisang rebus, kacang rebus, jagung rebus, babang, kecco, dilanjutkan dengan santapan nasi uduk.
Selanjutnya, tim ini kemudian mengitari hutan wisata yang di dalamnya terdapat Kerammat Munggou. Gede Krisna dan timnya langsung mengambil foto dan mewawancarai Wabup Fauzi Hasan dan tokoh masyarakat dari kedua tiyuh tersebut.
Dari lokasi ini rombongan melanjutkan perjalanan ke Benteng Sabut yang menurut Penelitian Tim Arkeologi Bandung bahwa benteng pertahanan itu telah ada sejak abad ketiga. Sejumlah tokoh bersama Wabup dan juga para goweser turut mengawal Gede Krisna. Berbagai penjelasan pun disampaikan para tokoh terkait dengan situs yang merupakan tilasan para nenek moyang terdahulu.
Setelah selesai mengitari Benteng Sabut, Gede kembali mengabadikan rumah-rumah adat beserta peralatan sehari-hari masyarakat di dua tiyuh tersebut. Bahkan, Gede juga sempat mencicipi Sesam Punyou Bawong (Bekasem), ikan yang dipermentasi agar lebih awet sebagai lauk makan nasi.
Arsitek yang berasal dari Desa Bengkala, Kubutambahan, Singaraja ini di sela-sela pengambilan foto kemarin mengatakan, ia dan timnya akan mencurahkan tenaga dan fikirannya untuk memajukan wisata tradisional di Tubaba. Pihaknya optimis akan berhasil karena daerah yang disangga sembilan kecamatan ini banyak menyimpan keindahan dan keunikan yang patut diketahui dan dirasakan para traveler. (fei).