Komitmen Kembangkan Wisata, Pemkab Tubaba Rehab Jalan Penghubung Tiyuh

114

Radartuba.com, TULANGBAWANG UDIK—- Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) untuk membangun sejumlah objek wisata baru tak perlu diragukan lagi. Terbukti pasca gowes bareng yang dilakukan Bupati Umar Ahmad, Wabup Fauzi Hasan, dan Wakil Ketua 2 Ponco Nugroho bersama sejumlah tokoh masyarakat Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Gunungkatun Malay pada Sabtu, 31 Juli 2019 lalu membuahkan hasil. Pemkab merab jalan timbunan yang menghubungkan Tiyuh Gunungkatun Kecamatan Tuba Udik, dengan Desa Karangsari Kecamatan Sungkai Selatan.
Pj. Kepalo Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tuba Udik, Qodri Azani mengatakan, rehabilitasi jalan timbunan dari ujung tiyuh (kampung) setempat menuju Jembatan Gantung. “Kami mendapat informasi bahwa Bupati Umar memerintahkan Dinas PU untuk memperbaiki jalan tersebut, agar lebih rata dan nyaman untuk dilalui,” kata qodri Azani, radarlampung.co.id tadi sore.
Perehaban jalan tersebut dimaksudkan agar akses menuju Keramat Puting Gelang dan Hutan Larangan (Las Sengok) dapat lebih mudah dan nyaman dilalui meski hanya menggunakan sepeda. ” Alhamdulillah, ini adalah tindak lanjut dari Pak Bupati bersepeda pada tanggal 31 yang lalu bersama wabup dan Pak Waka,”terang Qodri dan Hatta Glr. Stan Pak Mergo.
Saat ini tahap perbaikan dilakukan khusus untuk jalan yang berlubang. Selain itu, juga dilakukan pelebaran sehingga ruas jalan tersebut benar-benar mempunyai lebar 8 meter. “Mereka bekerja sejak kemarin hingga hari ini (3/8/2019). Nampaknya akan selesai besok,”jelas Hatta lagi.
Panjang lahan sekitar seribu meter lebih ini merupakan jalan timbunan yang dipakai masyarakat Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Tiyuh Gunung Katun Malay serta tiyuh-tiyuh lainnya di seputaran Kecamatan Tuba Udik untuk menuju lokasi lahan peladangan dan perkebunan mereka. “Saat ini karena musim kemarau jalur sepanjang 1 kilo lebih ini sangat nyaman dilalui, namun ketika musim penghujan maka timbunannya perlu ditambah dengan ketinggian sekitar 2 meter,”papar Midiyan, S.Sos. yang merupakan tokoh pemuda tiyuh setempat.
Dilanjutkan Hatta, pengglederan ini dikawal tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk membantu kelancaran proses perataan jalan tersebut. Selain itu, sopir gleder dapat leluasa melakukan tugasnya dengan harapan pekerjaan tersebut dapat lebih cepat selesai. “Ketika musim penghujan, maka akan sulit sekali melakukan penimbunan makanya kita ratakan dari sekarang,”tutup Qodri lagi. (fei).

BACA JUGA:  Rezeki Ramadhan Pedagang Takjil