Tiga SMAN di Tubaba Terapkan FDS

22

Radartuba.com, TUBABA– Tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menerapkan Sekolah Lima Hari atau disebut Full Day School (FDS), sebagai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, tanggal 12 Juni 2017. Dua sekolah tersebut yakni SMAN 1 Tumijajar, SMAN 1 Tulang Bawang Tengah, dan SMAN 1 Tulang Bawang Udik.

Dengan diterapkannya FDS ini, hari sekolah di tiga sekolah tersebut dilaksanakan 8 jam dalam satu hari atau 40 jam selama 5 hari dalam satu minggu, termasuk waktu istirahat selama 0,5 jam dalam satu harinya.”Kalau SMAN 1 Tulang Bawang Tengah sudah sejak Tahun Pelajaran 2018/2019, sedangkan SMAN 1 Tumijajar baru dimulai tahun ini,”ungkap Drs. Pujiyanta, M.Pd, Ketua MKKS SMA Kabupaten Tubaba, saat ditemui radartuba.com di ruang kerjanya, Sabtu (20/7/2019) pekan lalu.

Menurutnya, ketentuan mengenai FDS sudah mulai diberlakukan sejak Tahun Pelajaran 2017/2018 pasca diterbitkannya Permendikbud tersebut, tapi apabila kesiapan sumber daya pada sekolah dan akses transportasi belum memadai maka ketentuan tersebut dapat dilakukan secara bertahap.”Artinya, penerapan FDS di masing-masing sekolah diterapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung yang ada,”terangnya.

BACA JUGA:  Ratusan Anggota PMR Ikuti Latihan PP PMI Tubaba

Dengan diterapkannya FDS, lanjutnya, hari sekolah hanya Senin sampai Jum’at, dengan ketentuan siswa masuk pukul 07.15 dan pulang pada pukul 15.45. Sedangkan khusus hari Sabtu, bisa digunakan siswa untuk lebih mengenal dan mengembangkan minat dan bakatnya sebagai upaya menggali potensi diri, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler misalnya.”Sementara bagi sekolah yang belum dapat melaksanakan FDS maka hari sekolah tetap seperti biasa tidak ada perubahan, yakni 6 hari dalam seminggu,”ulasnya.

Pihaknya optimis penerapan FDS akan membawa dampak positif, khususnya dalam upaya penguatan karakter bagi peserta didik.”Dengan FDS, siswa diharapkan lebih mampu menguasai pelajaran. Lebih dari itu, melalui FDS kita ingin mengoptimalkan peran sekolah agar upaya restorasi pendidikan karakter peserta didik menjadi lebih efektif,”pungkasnya. (ded)