Saply Jelaskan Warga Yang Bentrok Di Register 45 Bukan Masyarakat Mesuji

655

Radartuba.com, MESUJI –Menyikapi bentrok yang terjadi di kawasan hutan Register 45 Sungai Buaya Kabupaten Mesuji pada rabu siang (17/7) lalu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mesuji Saply memastikan bahwa dua kelompok warga yang bentrok tersebut merupakan pendatang dan bukan warga Mesuji.

Dia menjelaskan,bahwa mayoritas penduduk yang tinggal di kawasan register 45 itu bukan warga asli Mesuji.

“Kebanyakan yang tinggal di Register 45 itu bukan orang Mesuji dan rata-rata merupakan pendatang dari luar Mesuji,” ujar Saply, saat mengunjungi lokasi bentrok Sabtu (20/07).

Bahkan, dia meyakini jika dua kelompok warga yang terlibat bentrok pada Rabu (17-7) dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia itu juga bukan penduduk kabupaten Mesuji.

“Kemarin yang bentrok itu bukanlah warga Mesuji, ada yang dari Sumatera Selatan, dari Lampung Timur, dan dari daerah lain,” akunya..

Selain itu, Saply menilai bentrokan yang terjadi di Mesuji sangat mempengaruhi investasi di kabupaten setempat.

BACA JUGA:  Erliana dan Haikal, Mulei Menganai Tulangbawang 2019

Menurut dia, dengan kejadian itu akhirnya banyak yang menilai bahwa daerah Mesuji tidak aman karena sering adanya bentrok, yang dilatarbelakangi permasalahan lahan yang berada di kawasan Register 45.

“Jadi sangat kita sesalkan bentrok yang terjadi mengakibatkan dan berpengaruh pada iklim investasi di Mesuji,” terangnya.

Pasca terjadinya bentrok di kawasan Register 45 kabupaten Mesuji yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 9 lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif suasana di lokasi bentrok berdasarkan pantauan dilapangan sampai pada sabtu (20/07) masih dijaga ketat oleh aparat kemanan baik dari Tni maupun dari Polri.(mis)