Sekda Mesuji Sesalkan Bentrok Antar Kelompok Massa

207

Radartuba.com, MESUJI – Bentrok dua kubu di Kawasan hutan Register 45 yang terjadi pada rabu (17/7) sekira puku 14.00 wib antara kelompok Mesuji Raya dan Mekar jaya abadi  dan menewaskan 4 warga dari kelompok Mesuji Raya  menjadi pro dan kontra di masyrakat Mesuji.

“Saya sebagai salah satu putra daerah sangat menyayangkan peristiwa ini harus terjadi di Mesuji. Sebab, belakangan kita ketahui kedua kelompok massa yang bertikai ini bukan masyarakat Mesuji, inilah salah satu faktor yang membuat citra Mesuji dikenal menyeramkan. Padahal sebenarnya tidak demikian, kami di Mesuji ini hidup damai, rukun, bahkan sangat menjaga serta menghormati baik antar suku, agama maupun kelompok masyarakat,”jelas Indra kepada wartawan  saat menunggu kedatangan Kapolda Lampung rabu malam (17/07).

Akibat kejadian tersebut mengakibatkan jatuh korban sebanyak 13 orang, 4 diantaranya meninggal dan 9 lainnya luka-luka. Sekda merupakan Salah satu putra daerah Mesuji sangat menyayangkan peristiwa bentrok yang terjadi antara kelompok masyarakat yang mendiami kawasan Register 45.

Indra juga berharap, agar permasalahan ini cepat selesai dan sejauh ini pihak kepolisian pun sudah siap untuk menangani masalah ini. Terlebih, Kapolda Lampung Irjen polisi, Purwadi Arianto.S.I.K., malam ini  turun ke lokasi kejadian  untuk mengecek situasi pasca terjadinya bentrokan, dan kesiapan para anggotanya dalam melakukan sterilisasi serta pengamanan guna mencegah bentrok susulan terjadi.

“Keributan yang terjadi ini isu nya dipicu karna perebutan lahan register yang ada di Mesuji ini. Harapan kami Pemerintah Daerah, dan masyarakat semoga masalah ini cepat selesai dan tidak berkepanjangan, karena ini menyangkut nama baik Kabupaten Mesuji,”imbuhnya.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran virus Corona, Ribuan Migrasi Mesuji Akan Dipantau

Sementara Kapolda Lampung Irjen polisi Purwadi Arianto.S.I.K., dalam kunjungannya ke Mesuji semalam membenarkan telah terjadi konflik sengketa lahan antar dua kelompok massa yakni Kelompok Mesuji Raya dan Kelompok Mekar Jaya Abadi yang menelan korban jiwa sebanyak 13 orang 4 meninggal dunia, dan 9 orang luka-luka. Akan tetapi sejak awal kejadian, baik pihak TNI dan Polri sudah hadir di sini dalam rangka meredam situasi, menetralisir, dan menyelesaikan konflik yang terjadi. 

“Kami pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan percayakan penyelesaian masalah ini kepada TNI dan POLRI. Apalagi jumlah petugas yang disiagakan dilokai sudah lebih dari cukup untuk menjaga situasi keamanan di daerah konflik ini,”Kata Kapolda. 

Diketahui, pasca bentrokan Polda Lampung sudah menurunkan 3 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 100 anggota brimob dan ditempatkan di beberapa titik dilokasi kejadian perkara, ditempat pengungsian dan tempat yang dianggap rawan konflik.

“Dan kita juga sudah berkomunikasi dengan Polda Sumsel dalam hal ini hadir juga dandim dari OKI untuk ikut meredam situasi, karna konflik ini terjadi oleh kelompok massa di dua tempat. Untuk itu, Polda Lampung dan Polda Sumsel berusaha untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif pasca konflik,”Tukasnya. (mis)