DAK Dikdas Rp20,6 M : Disdik Targetkan Pembangunan Dimulai Agustus

47

Radartuba.com, TUBABA- Kegiatan pembangunan melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) tahun 2019 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ditargetkan mulai dilaksanakan Agustus mendatang. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tubaba, ada 60 sekolah yang mendapatkan kucuran dana pusat tersebut, terdiri dari 34 Sekolah Dasar (SD) dan 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Mendampingi Plt. Kepala Disdik Tubaba Budiman Jaya, S.STP, M.IP, Kabid Dikdas Jumadi, S.Pd menyebutkan, total DAK untuk fisik tahun ini sebesar Rp18,8 miliar yang akan digulirkan dalam tiga tahap, yakni 40 persen di tahap pertama, dan masing-masing 30 persen untuk tahap kedua dan ketiga.”Sosialisasi kepada sekolah penerima sudah kita lakukan, sekarang sudah masuk proses administrasi pencairan. Sedangkan kegiatan pembangunannya kami targetkan Agustus sudah dimulai, dan dilakukan secara swakelola oleh masing-masing sekolah dengan melibatkan Panitia Pembangunan Sekolah,”ungkapnya saat ditemui radartuba.com di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2019).

Dia mengatakan, pembangunan yang dilakukan melalui DAK fisik ini antara lain berupa Ruang Kelas Baru (RKB), Rehabilitasi Ruang Kelas, Pembangunan Perpustakaan, Pembangunan Ruang Laboratorium IPA, Rehabilitasi Kantor, dan Pembangunan Jamban.”Di masing-masing sekolah penerima, yang dibangun tidak sama. Ada yang dapat rehabilitasi, ada juga yang mendapatkan bangunan baru. Yang jelas, semuanya sudah ditetapkan dalam SK Bupati tentang Penetapan Lokasi Penerima DAK Kabupaten Tubaba Tahun 2019. Dalam SK itu juga tercantum apa saja yang akan dibangun di sekolah penerima DAK tersebut,”terangnya.

BACA JUGA:  Target Produksi Ditingkatkan, Padi Gogo Jadi Pilihan Utama

Diakuinya, tidak semua sekolah di Tubaba mendapatkan bantuan DAK, sebab menurutnya pusatlah yang menentukan sekolah itu layak atau tidak mendapatkan bantuan tersebut.”Sinkronisasi data Dapodik dan Tata Kelola di kabupaten menjadi dasar pemerintah dalam menggulirkan DAK tersebut. Artinya, tidak hanya yang dianggap prioritas, tapi sinkronisasi data dapodik dan tata kelola juga sangat mempengaruhi layak atau tidak sekolah itu mendapatkan DAK,”cetusnya.

Selain fisik, lanjutnya, beberapa sekolah di Tubaba juga akan mendapatkan bantuan DAK Non Fisik dengan nilai total bantuan sebesar Rp1,8 miliar.”Ada sekitar 7 sekolah yang mendapatkannya. DAK non fisik ini hanya dialokasikan untuk Pengadaan Komputer. Dalam proses pengadaan ini, sistem yang digunakan adalah e-katalog. Yang jelas, kita berharap pelaksanaan DAK tahun ini baik fisik ataupun non fisik bisa berjalan lancar dan kepada sekolah penerima kami himbau dapat melaksanakan kegiatan DAK sesuai dengan ketentuan yang ada,”pungkasnya. (ded)