Sosialisasi SPMI di Sub Rayon 04 dan 05 SMP Tulang Bawang

140

Radartuba.com, Gedungaji Baru – Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah salah satu bentuk penjaminan mutu satuan pendidikan. SPMI dilakukan oleh setiap sekolah.
Menyadari pentingnya penjaminan mutu pendidikan tersebut, Sub Rayon 04 dan 05 SMP Tulang Bawang menyelenggarakan Sosialisasi SPMI di aula SMPN 1 Gedungaji Baru Kabupaten Tulang Bawang pada hari Selasa, (16/7).
Kegiatan sosialisasi itu diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah dan operator SMP se-Sub Rayon 04 dan 05 SMP Tulang Bawang meliputi Kecamatan Penawartama, Gedungaji Baru, Rawajitu Selatan, Rawajitu Timur, dan Rawapitu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Koorwasda Siswoyo, S.Pd.,M.M., Pengawas Pembina SMP Wilayah Penawartama, Gedungaji Baru, dan Rawapitu Siti Wardiyatmi, S.Pd., M.Pd. dan Pengawas Pembina SMP Wilayah Rawajitu Selatan dan Rawajitu Timur Rohman Edi Purwanto, S. Pd., M. M.
Koorwasda Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Siswoyo, S.Pd.,M.M. yang menjadi narasumber kegiatan sosialisasi itu mengatakan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dan di Kabupaten Tulang Bawang khususnya adalah banyak sekolah yang belum mencapai 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, Kemdikbud menerbitkan Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) Dasar dan Menengah.
SPMI ini dilakukan oleh setiap sekolah. Dalam pelaksanaannya, ada sekolah-sekolah yang dijadikan sekolah model (sekmod), lalu sekmod-sekmod tersebut memiliki sekolah imbas (sekim) sebagai upaya agar semangat penjaminan mutu bisa lebih cepat menyebar.
Pada pelaksanaan SPMI, sekolah melakukan siklus penjaminan yang terdiri dari lima tahap, yaitu (1) pemetaan mutu, (2) perencanaan pemenuhan mutu, (3) pelaksanaan pemenuhan mutu, (4) audit pelaksanaan pemenuhun mutu, dan (5) penyusunan strategi pemenuhan mutu yang baru.
Pemetaan mutu dilakukan oleh sekolah melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Instrumen EDS bisa menggunakan instrumen yang telah dibuat oleh pemerintah atau membuat sendiri.
Perencanaan pemenuhan mutu merujuk kepada hasil pemetaan mutu. Disusun berdasarkan skala prioritas, mana indikator atau subindikator mutu pada pada standar yang paling lemah, lalu dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).
Pak Sis – sapaan akrab beliau, lebih jauh mengharapkan agar setelah kegiatan ini seluruh kepala sekolah dapat melaksanakan SPMI ini di sekolah masing-masing dengan langkah awal membentuk tim pengembang sekolah dan tim auditor sekolah.
“Untuk menjamin keterlaksanaan SPMI di sekolah-sekolah saya harap para pengawas sekolah dapat melakukan monitoring dan malakukan pendampingan ke sekolah binaan masing-masing, ” demikian Koorwasda Siswoyo menandaskan. (rus/ogi)