Sebelum Diserahkan Pusat, Rusunawa Bantuan Kementerian PUPR Masih Gratis

31

Radartuba.com, TUBABA– Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menargetkan awal Agustus 2019, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bantuan pemerintah pusat sudah ditempati oleh ASN di kabupaten setempat secara gratis. Rusunawa bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui anggaran Dirjen Penyediaan Perumahan tahun 2018 dengan tipe 36, 3 lantai dan 42 hunian tersebut terletak di samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tubaba, di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Kepala Dinas Perkimta Kabupaten Tubaba, Ir Abdul Sani, MM mengatakan, bangunan rusunawa tersebut hingga saat ini masih dalam pemeliharaan rekanan dan belum ada penyerahan resmi dari pemerintah pusat ke Kabupaten Tubaba, hal ini salah satunya juga terkendala dengan Sertifikat kepemilikan tanah yang masih dalam proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Namun, anjuran Pusat segera ditunggu agar kualitas bangunan terjaga, dan dalam masa pemeliharaan oleh pihak rekanan ini dapat diketahui kalau terjadi kerusakan seperti kebocoran atap dan lainnya. Jangan sampai karena tidak kunjung ditempati habis masa pemeliharaan ternyata bocor sana bocor sini,”ungkapnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2019).

Sani mengatakan, dalam masa menunggu penyerahan tersebut, pihaknya tidak akan memungut biaya sewa bagi yang akan menempati rusunawa yang dibangun hanya dikhususkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Kabupaten Tubaba.

BACA JUGA:  Apresiasi Implementasi Perpres, Pemkab Tubaba Kembali Terima Penghargaan Menkumham RI

“Mulai Agustus sambil menunggu penyerahan resmi dari pusat, siapa yang akan menempati hunian tersebut tidak dipungut biaya sewa karena kami belum bisa menerapkan Perda dan Perbup yang mengatur rusunawa tersebut. Akan tetapi untuk listrik, biaya air, kebersihan dan lainnya diluar biaya sewa ditanggung bersama dengan dibagi habis,”terangnya.

Hunian tipe 36 di rusunawa tersebut, lanjut dia, terdapat 2 tempat tidur, 1 ruang tamu, 1 MCK, dan 1 jemuran. Bahkan, furniture hunian tersebut sudah terdapat ranjang, kasur, lemari pakaian, dan meja kursi tamu.”Ibaratnya, yang mau tinggal disitu hanya tinggal narik koper. Tapi untuk perabot rumah tangga memang belum tersedia,”paparnya.

Nantinya, kata dia, setelah penyerahan resmi dan Perda diberlakukan, sewa rusunawa tersebut tergolong murah karena ditentukan harganya dibawah harga pasaran di wilayah setempat.”Kalau sesuai Perda, sewa huniannya seharga Rp300 ribu/bulan baik lantai 1 maupun lantai 3. Harga ini diluar beban listrik, gas, dan air,”tukasnya. (ded)