DPRD Tubaba Sahkan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018

29

Radartuba.com, TUBABA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tubaba Tahun Anggaran 2018, dalam Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Pembicaraan Tingkat II atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, yang berlangsung di Aula Sidang Gedung DPRD Tubaba, Selasa (16/7/2019).

“Dengan disahkannya Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, maka semakin memperkuat legitimasi atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tubaba Tahun Anggaran 2018, dimana sebelumnya BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),”ungkap Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP dalam sambutannya pada rapat paripurna tersebut.

Tidak hanya itu, pengesahan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 ini menurutnya sekaligus memberi pijakan hukum yang kokoh bagi keberlanjutan pelaksanaan APBD Kabupaten Tubaba pada tahun anggaran berikutnya.”Untuk itu, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran DPRD Tubaba yang telah berkenan melakukan pembahasan hingga disahkannya raperda tersebut,”ucapnya.

Diketahui sebelumnya, dalam Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 di Aula Sidang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (25/6/2019), terungkap bahwa APBD Kabupaten Tubaba Tahun Anggaran 2018 defisit Rp20,76 miliar. LPj APBD ini telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

BACA JUGA:  Gawat..!!!Harga Gabah di Tubaba Menyentuh Rp3.700

Pada rapat paripurna tersebut, Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, SE, MM menyebutkan bahwa Pendapatan Daerah pada APBD 2018 sebesar Rp946,197 miliar, sementara Belanja Daerah sebesar Rp966,957 miliar, sehingga APBD mengalami Defisit sebesar Rp20,76 miliar. Namun dari sisi Pembiayaan Daerah mengalami surplus Rp42,282 miliar yang bersumber dari Penerimaan Pembiayaan, sedangkan Pengeluaran Pembiayaan    Rp0,00    (Nol Rupiah).

Wabup Fauzi Hasan juga menyampaikan kondisi Neraca per 31 Desember 2018. Yakni Jumlah Aset saat itu  Rp1,959 trilyun, Jumlah Kewajiban Rp86,743 miliar, dan Jumlah Ekuitas Dana Rp1,872 trilyun. Sedangkan dari sisi Laporan Arus Kas per 31 Desember 2018 terdiri dari Saldo Kas Awal Rp27,158 miliar, Arus Kas dari Aktivitas Operasi Rp360,354 miliar, Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non-Keuangan  Rp381,114 miliar, Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan Rp19,554 miliar, sementara Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non-Anggaran mengalami minus Rp462,235 juta.” Saldo Kas Akhir per 31 Desember 2018 sebesar Rp25,490 miliar,”ungkapnya. (ded)