Kompak !!!!Tidak Hanya Produksi, Harga Juga Ikut Turun

81

Radartuba.com, TUBABA – Produksi getah karet yang anjlok drastis akibat musim “trek” ternyata tidak diimbangi dengan kenaikan harga. Justru yang terjadi, harga karet mentah di tingkat petani dan pembeli (lapak atau pengepul) khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) juga ikut mengalami penurunan dari sebelumnya. Dari informasi sejumlah lapak, harga karet turun di kisaran Rp500 perkilogram.

“Kalau seperti ini, kami semakin susah. Tetesan getah memang  sedikit karena musim trek, harga jual juga turun. Makanya, banyak petani yang malas menyadap karetnya. Apalagi yang hanya kerja di kebunnya orang, sudah sedikit masih dibagi juga,”keluh Edi (36), petani karet di Tulang Bawang Udik saat berbincang-bincang dengan radartuba.com, Senin (8/7/2019).

Hal ini diakui Sarno (43), salah satu pembeli di Kecamatan Tulang Bawang Udik. Menurutnya, turunnya harga di tingkat petani disebabkan oleh turunnya harga jual mereka ke pabrik.”Harga beli pabrik turun, makanya kami juga menurunkan harga beli kami kepada petani. Kalau tidak begitu, kami bisa rugi mas,”ungkapnya saat berbincang-bincang dengan radartuba.com, Senin (7/7/2019) sore.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, harga beli lapak di tingkat petani berkisar Rp5.500- Rp6.500 perkilogram disesuaikan dengan kualitas karet, bahkan untuk karet yang dipungut mingguan bisa mencapai Rp7.500 perkilogram.”Mau gimana lagi, itulah keadaannya. Sekarang hanya berani beli dikisaran Rp5.000 sampai Rp6.000 saja mas. Kalaupun harga Rp7.000, itu yang kualitasnya bagus atau karet mingguan,”cetusnya.

BACA JUGA:  Kupon Mudahkan Distribusi Daging Kurban

Di satu sisi, lanjutnya, selaku pembeli juga ikut merasakan dampak dari produksi getah yang turun saat ini. Dia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan getah karet dari petani selama musim trek ini.”Yang jelas omset pembelian terpengaruh mas. Sesudah lebaran memang sudah mulai turun, sekarang mencapai sekitar 50 persen. Biasanya sehari bisa mencapai satu ton, sekarang setengah ton saja berat. Dan rata-rata semua lapak mengalami ini,”tukasnya. (ded)