Tiyuh Gunung Katun Bagikan Beasiswa

130
Inilah santri asal Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, rincian 6 orang dibiayai tiyuh, satu orang gratis dibiayai pondok dan dua orang biaya mandiri. Foto: Yusuf AS/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, PANARAGANJAYA – Pemerintah Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung, memberikan beasiswa untuk enam warganya yang ingin menjadi hafidz Quranic di Pondok Tahfidh Qur’anic Center, Tubaba.
Pj. Kepalo Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Qodri, mengatakan beasiswa tersebut merupakan program dari tiyuh setempat sebagaimana Visi dan Misi daerah ini untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan religius.

“Program beasiswa ini anggarannya dari dana desa yang memang sebelumnya sudah kita rapatkan dengan masyarakat pada tanggal 10 Mei 2019. Rapat terakhir sekitar pertengahan Juni 2019. Setelah disetujui, maka kita lakukan seleksi untuk warga tiyuh yang ingin belajar agama, hingga akhirnya terpilih sembilan orang yang mendapat beasiswa untuk mondok disini.”kata Qodri didampingi Ustadz Solihin di Pondok Tahfidz Quranic Center, Tubaba.

Qodri berharap, agar kedepan program ini berkelanjutan, sehingga nantinya warga Tiyuh Gunungkatun Tanjungan menjadi orang-orang pilihan, kebanggaan, serta membawa berkah bagi Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini.

Sementara itu, Ustadz Ulil Absor, LC, Ketua Yayasan Pondok Tahfidh Quranic Center Tubaba mengaku bangga dan sangat mendukung program tersebut.
Sebab program beasiswa bagi warganya yang ingin menjadi Hafidz Quran merupakan terobosan pertama di Indonesia yang dilakukan oleh tiyuh. Hal ini lantaran hingga kemarin dari 93 tiyuh yang ada di Tubaba, baru Gunung Katun Tanjungan yang membuat program tersebut.

“Minggu lalu pemerintah Tiyuh Gunung Katun Tanjungan datang kemari melalui Ustadz Solihin untuk menyampaikan bahwa mereka ingin memberikan beasiswa kepada masyarakat mereka yang telah diseleksi untuk belajar ilmu Agama Islam di sini, dan belajar mengaji serta bisa menjadi penghafal quran.”ungkap ustadz Ulil Absor.

BACA JUGA:  Penderita Kanker Payudara Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Program tiyuh tersebut merupakan kesempatan langka, karenanya ia berharap agar santri yang telah terpilih dapat lebih serius mengembangkan kemampuannya untuk menjadi Hafidz Quran.

Meski Pondok Tahfidh Qur’anic Center Tubaba tersebut baru berdiri selama kurang lebih dua tahun, hingga kini santrinya mencapai 100 orang lebih, dengan rincian 50 santri mukim, dan 60 santri yang di antar jemput yang didukung 10 tenaga pengajar.

“Tujuan dari pondok ini, yaitu kami ingin menciptakan anak-anak yang bisa membaca dan bahkan bisa menghafal 30 Juz Quran.
Bagi wali santri jangan bersedih, doakan semoga anak anak kita ini bisa sukses dan lancar dalam proses belajar dan bisa menjadi anak penghafal quran serta menjadi jalan kita menuju surga.”tutup pria lulusan Mesir ini. (fei)