Hingga Pertengahan Tahun, Pekerjaan Proyek di Mesuji Belum Dimulai

30

Radartuba.com, MESUJI--Sampai dengan pertengahan Tahun 2019, Sejumlah pekerjaan proyek di lingkup pemerintah kabupaten Mesuji belum berjalan, padahal seharusnya proyek di umumkan pada awal tahun oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) kabupaten Mesuji.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga pertengahan bulan juni tahun 2019 baru 13 pekerjaan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang di tayangkan di situs resmi pelayanan lpse.mesujikab.co.id kabupaten Mesuji.

Kepala ULP Kabupaten Mesuji, Nasir mengatakan bahwa  saat ini baru 13 jenis pekerjaan yang bisa di lelangkan, sedangkan  limit waktu yang sudah di tentukan yaitu hingga  pada tanggal 21 juli mendatang, untuk pekerjaan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

” Keterlambatan disebabkan  lambannya kinerja di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Mesuji yang   belum menyetor dokumen perencanaan kegiatan ke Bagian ULP untuk dilelang,”jelas Nasir  senin (24/06).

Menurut Nasir , lambatnya kenerja Unit layanan pengadaan, di karenakan masih banyak Dinas yang belum menyetorkan data pekerjaan yang akan di lelangkan.

BACA JUGA:  Verifikasi Perangkat Pembelajaran di SMPN 1 Gedungaji Baru

“Kita harap OPD  segera memasukkan dokumen yang dibutuhkan, agar prosesnya bisa lebih cepat, karena jika lambat perencanaan, dan proses lelang tendernya otomatis lambat juga pelaksanaan pengerjaan proyeknya.” harapnya.

Ditempat terpisah, Hendra cipta sekertaris Badan pendapat pengolahan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Kabupaten Mesuji mangatakan di pertengahan tahun ini belum ada dana yang masuk yang bersumber dari Dana alokasi khusus (DAK) yaitu sebesar  119 milyar yang di kucurkan dari pemerintah pusat untuk pembanguan di kabupaten Mesuji. 

“Sekedar diketahui Pemkab kabupaten mesuji  dan DPRD menyetujui APBD tahun anggaran 2019 senilai Rp988.693.813.485,43 miliar, lebih terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 893.693.813.485,48 milyar, termasuk dana perimbangan dan lain-lain. dengan rincian belanja tidak langsung (BTL) Rp. 435.654.844.047,26 milyar dan belanja langsung (BL) sebesar Rp.553.038.969.438.22 milyar “pungkasnya. (mis)