Dilaporkan Dugaan Malapraktik, Pemkab Tubaba Segera Investigasi RS Asy Syifa Medika

55
Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menunjukkan kain kasa yang berhasil dikeluarkan dari perutnya. Foto Ist

Radartuba.com, TUBABA – Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melaporkan oknum tenaga medis Rumah Sakit Asy Syifa Medika- Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Tubaba ke Polres Tulang Bawang.

Dia diduga menjadi korban malapraktik di rumah sakit tersebut. Hal ini setelah sebuah benda asing berhasil dikeluarkan dari dalam perutnya. Sebuah benda asing berupa kain kasa diduga tertinggal pasca korban melakukan operasi caesar anak pertamanya di RS Asy Syifa Medika pada 27 Maret 2019 lalu.

Kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau menyengat itu, berhasil dikeluarkan tenaga medis Poned Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tubaba Kamis (20/6/2019), ketika korban hendak memeriksakan kesehatannya.

Terkait dugaan itu, Pemkab Tubaba langsung bersikap dan akan segera membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti dugaan malapratik di RS Asy Syifa Medika-Daya Asri, Tubaba. Tim ini  akan bertugas mengumpulkan data dan keterangan dari korban dan sejumlah pihak terkait dugaan malapraktik yang menimpa korban.”Secepatnya, paling tidak pekan ini sudah terbentuk,”ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tubaba Perana Putera, SH, MH didampingi Sekretaris Majril, S.Kep, kepada wartawan, Kamis (19/6/2019).

BACA JUGA:  Polres Tuba Gelar Operasi Bina Kusuma Krakatau – 2019

Perana mengatakan, hasil tim tersebut akan menjadi acuan untuk memberikan teguran dan sanksi terhadap oknum tenaga medis yang telah dilaporkan korban ke Polres Tulang Bawang tersebut. “Jika memang kasus ini terbukti, pemkab akan bersikap tegas dengan memberikan sanksi berat yang mencabut izin praktek dokter yang bersangkutan,”ujarnya.

Sementara, Majril yang juga selaku humas RS Asy Syifa Medika mengatakan, pihak rumah sakit sangat menyayangkan munculnya laporan dugaan malapraktik tersebut. Berdasarkan hasil rapat internal rumah sakit, lanjut dia, pihak rumah sakit akan melakukan audit medik yang akan dilakukan komite medik rumah sakit untuk menangani kasus tersebut.”Audit medik ini akan menjadi acuan rumah sakit dalam menyikapi kasus ini,”kata dia.

Terkait dengan proses hukum yang dilakukan oleh pihak korban, pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya dengan proses hukum. “Kami akan terbuka kasus ini. Pihak rumah sakit tentunya tidak mengiginkan hal seperti ini,”ujar Majril.(ded)