Terapkan PPDB Online dan Sistem Zonasi, SMAN 1 Tumijajar Siap Terima 350 Siswa Baru

111

Radartuba.com, TUMIJAJAR– Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) didalamnya mengatur mengenai sistem zonasi yang harus diterapkan sekolah dalam menerima calon siswa baru. Regulasi proses PPDB ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia dan penyebaran peserta didik yang semakin merata, mengingat zonasi atau jarak antara rumah calon siswa dengan sekolah menjadi kriteria utama dalam penerimaan siswa baru

Hal ini juga diberlakukan di hampir seluruh SMA Negeri (SMAN) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 ini, salah satunya yakni di SMAN 1 Tumijajar. Di sekolah tersebut, penerapan PPDB sistem online berbasis aplikasi ini merupakan tahun kedua setelah pada tahun lalu juga diberlakukan hal yang sama dalam proses PPDB.

Kepala SMAN 1 Tumijajar Drs. Pujiyanta, M.Pd, menjelaskan, meskipun sama-sama dilakukan secara online dan berbasis aplikasi, ada sedikit perbedaan pada PPDB tahun ini. Jika tahun lalu, regulasi yang digunakan adalah Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB, tahun ini sudah mengacu pada Permendikbud Nomor 51 tahun 2018.

Dengan regulasi baru ini, Sistem Zonasi yang merupakan sistem yang didasarkan pada zona tempat tinggal calon peserta didik dengan lokasi sekolah yang dipilih yang pendaftarannya dilaksanakan dengan sistem online di masing-masing satuan pendidikan menjadi peluang terbesar bagi calon siswa baru. Sebab, kata dia, persentase yang akan diterima dengan sistem zonasi tahun ini sebesar 90 persen dari jumlah kuota yang akan diterima.

“Dengan sistem zonasi ini yang dibutuhkan hanya Nomor KK dan Surat Keterangan Domisili. Kalau tahun lalu masih 75 persen dari kuota yang ada, jadi tahun ada peningkatan kuota untuk sistem zonasi,”ungkapnya kepada radartuba.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/6/2019).

Kemudian, lanjutnya, tahun lalu masih ada sistem non zonasi dengan persentase 25 persen dari kuota yang ada meliputi 5 persen dari anak guru, pengawas dan tenaga kependidikan, 5 Persen dari luar kabupaten, 5 persen peserta berprestarasi di bidang akademik, 5 persen dari peserta berprestasi non akademik, dan 5 persen bisa diambil dari peserta ujian mandiri.”Sedangkan tahun ini, sisa dari sistem zonasi sebesar  10 persen hanya untuk pendaftar yang menempuh jalur prestasi baik akademik ataupun non akademik, dan jalur perpindahan tugas orang tua. Masing-masing hanya 5 persen dari total kuota yang akan diterima,”terangnya.

BACA JUGA:  SDN 1 Kibang Menggala Giatkan Kegiatan Olahraga

Sebagai pelaksana, pihaknya merasa lebih dimudahkan dengan sistem ini sebab proses PPDB ini menjadi transparan karena hasilnya langsung bisa diketahui hari itu juga.”Tapi kesulitan dan tantangan yang harus kami hadapi adalah dalam mencari siswa-siswi berprestasi yang harus dilakukan setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung meskipun kuota sebesar 5 persen bisa digunakan untuk jalur prestasi. Selain itu, kita juga harus berupaya dalam hal memberi pemahaman kepada masyarakat, karena tidak semua bisa dengan cepat memahami dan mengerti sistem ini,”cetusnya.

Mengenai jumlaj kuota yang akan diterima, Pujiyanta menyebutkan SMAN 1 Tumijajar akan menerima sebanyak 350 siswa baru tahun ini. Para pendaftar dapat langsung melihat secara keseluruhan nama-nama yang diterima pada layar monitor pengumuman penerimaan siswa yang dipasang di Aula SMAN 1 Tumijajar paling lambat pukul 13.00 WIB pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019. Sesuai ketentuan, kuota yang ada ini akan dibagi tiga dengan persentase  90 persen sistem Zonasi, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen jalur ikut kepindahan tugas orang tua.

“Hal tersebut merupakan ketentuan Permendikbud RI  nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB. Selain itu, dalam hal PPDB di SMAN 1 Tumijajar tahun ini kami juga berpedoman kepada keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung nomor 800/1033a/V.01/DP.1C/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran  2019/2020 di Provinsi Lampung. Sedangkan untuk waktu pendaftaran sama dengan sekolah lainnya, dibuka tanggal 17 sampai 19 Juni 2019,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Tumijajar Saharuddin Nur, SE mengatakan, selaku komite sekolah pihaknya akan mengawasi dan memastikan proses PPDB di sekolah tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada.”Kami berharap semua berjalan tertib dan lancar, serta sesuai dengan ketentuan yang ada,”singkatnya. (ded)