Rekrutmen CPNS 2019, BKD Input Kebutuhan Pegawai Melalui E-Formasi

220

Radartuba.com, TUBABA-Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tengah melakukan penginputan kebutuhan pegawai untuk diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Penginputan kebutuhan pegawai berdasarkan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) ini dilakukan terkait rencana akan dibukanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2019 secara nasional oleh pemerintah.

Kabid Pengadaan, Mutasi, dan Diklat pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Kabupaten Tubaba, Syahlan, SH, MM, mengatakan, penginputan data kebutuhan pegawai dilakukan melalui e-formasi secara online langsung ke Kemenpan-RB.”Penginputan ini sudah dilakukan sejak sebelum lebaran dan berdasarkan jadwal yang ditetapkan hari Jum’at harus sudah selesai, kecuali ada perpanjangan waktu dari Kemenpan-RB,”ungkapnya kepada radartuba.com melalui telepon, Rabu (12/6/2019) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dia belum bisa menyebutkan jumlah pasti kebutuhan pegawai di Tubaba, karena masih dalam tahap penginputan oleh bagian kepegawaian di masing-masing SKPD. Namun menurutnya, jika mengacu pada kebutuhan pegawai yang diajukan tahun lalu dan jumlah CPNS yang lolos dalam rekrutmen 2018, serta jumlah pegawai yang pensiun tahun ini, maka kebutuhan untuk Tubaba diperkirakan tetap diatas 1000 pegawai.”Tapi jumlah pastinya kita belum tahu karena penginputan masih dalam proses, yang pasti diatas 1000 kebutuhan kita,”cetusnya.

BACA JUGA:  Ada 17 Wajah Baru di DPRD Tubaba, Bupati : Selamat Berkarya, Mari Bergandeng Tangan

Setelah penginputan selesai, kata dia, selanjutnya Kemenpan-RB yang akan menetapkan kuota formasi untuk Kabupaten Tubaba.”Artinya kita hanya menginput kebutuhan pegawai, sedangkan untuk formasi masih sama seperti tahun lalu ditetapkan oleh Kemenpan-RB. Dan perlu diketahui, untuk rekrutmen CPNS formasi 2019 ada perbedaan dari tahun lalu, sebab untuk formasi CPNS hanya 30 persen saja, sedangkan 70 persennya untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),”ulasnya.

Namun demikian, Syahlan menyatakan rekrutmem CPNS di Tubaba tetap tergantung pada ketersediaan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah, meskipun penginputan yang dilakukan ini memberikan sinyal bahwa rekrutmen CPNS di Tubaba tahun 2019 kemungkinan besar akan kembali dibuka.”Kalau di APBD Murni belum dianggarkan, tapi jika memang akan dibuka rekrutmen CPNS ini maka anggaran akan diusulkan di APBD Perubahan. Yang jelas kita fokus dulu pada proses penginputan kebutuhan pegawai ini,”tutupnya. (ded)