Distan Fokus Padi Gogo, Sejumlah Petani Pilih Tanam Singkong

24

Radartuba.com, TUBABA – Meski Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) telah memberikan solusi dengan mengarahkan petani agar menanam padi gogo dalam menyiasati tidak adanya pasokan air dari Bendungan Way Rarem-Lampung Utara karena sedang dilakukan perbaikan, namun nyatanya sejumlah petani di daerah setempat lebih memilih menanam singkong dilahannya. Sebagian petani mengaku ragu untuk bercocok tanam padi gogo, khususnya mereka yang sudah terbiasa menanam padi tekhnis irigasi.

Salah satunya adalah Sarno (45). Dia mengaku, selama menggeluti budidaya padi, belum pernah menanam padi gogo sebab lahannya merupakan sawah teknis irigasi sejak dulu.”Yang jelas takut gagal mas, karena walaupun gogo tetap perlu air, sedangkan sekarang sudah masuk musim kemarau,”ungkapnya saat berbincang-bincang dengan radartuba.com, Selasa (11/6/2019).

Oleh sebab itu, dia dengan beberapa petani lain diwilayahnya memutuskan untuk menanami lahannya dengan singkong.”Yang kami anggap tidak beresiko ya singkong. Perawatannya juga tidak rumit. Jadi sembari menunggu musim rendeng, kami tanami singkong saja lahan kami. Bisa juga sih ditanami jagung atau tanaman palawija lainnya, bahkan ada juga yang ditanami sayuran dari pada lahannya nganggur,”cetus warga Tulang Bawang Udik ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sardi (43). Dia lebih memilih singkong karena itu yang menurutnya sudah pasti panen, meskipun menurutnya singkong sawah biasanya dibeli dengan harga lebih murah dari singkong ladang.”Memang biasanya harga lebih murah, tapi mau gimana lagi dari pada tidak ada hasil. Ya mudah-mudahan saja harga bagus saat panen nanti,”singkatnya.

Diketahui, target produksi padi dalam program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi Jagung Kedele (Upsus Pajale) Tahun 2019 di Kabupaten Tubaba ditingkatkan. Dinas Pertanian (Distan) Tubaba tetap optimis target dapat tercapai meski sawah tekhnis irigasi tidak dapat ditanami pada musim tanam kedua (gadu) lantaran pasokan air Waduk Way Rarem ditutup karena akan dilakukan normalisasi waduk dan perbaikan jaringan primer.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Distan Tubaba, Yayit Zamhuri, SP menyebutkan, target produksi padi tahun ini ditargetkan meningkat sebanyak 6.000 ton dari pencapaian produksi tahun lalu.”Tahun 2018 lalu, produksi Gabah Kering Panen (GKP) kita sebanyak 109 ribu ton. Sementara tahun ini, kita targetkan dapat mencapai 115 ribu ton,”ungkapnya saat ditemui radartuba.com di ruang kerjanya, pertengahan Mei lalu.

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, Distan Tubaba akan fokus pada budidaya Padi Gogo, baik Gogo Sawah ataupun Gogo Rawa. Sebab menurutnya, dengan tidak adanya pasokan air dari Waduk Way Rarem mengharuskan petani beralih pada pola tanam padi lainnya.”Pilihan utama adalah padi gogo, karena untuk kebutuhan air dalam budidaya padi gogo tidak bergantung pada pasokan air waduk, melainkan memanfaatkan potensi air yang ada, baik tadah hujan ataupun air di rawa-rawa,”terangnya.

BACA JUGA:  Jalan Sehat dan Berbagai Kegiatan Meriahkan HUT Tuba ke-22

Diakuinya, dengan tidak adanya pasokan air dari Waduk Way Rarem menjadi hambatan sekaligus tantangan dalam meningkatkan produksi padi di Tubaba, sebab luas tanam padi menjadi berkurang.”Luas sawah tekhnis irigasi kita sebanyak 8.100-an hektar dan yang tetap nekat gadu sudah ada 1.000-an hektar. Sedangkan potensi sawah tadah hujan di Tubaba ada sekitar 4.000-an hektar. Untuk itu, kita sudah mengarahkan petani agar memaksimalkan tanam padi gogo,”ujarnya.

Terkait hal ini, lanjutnya, tidak hanya sebatas mengarahkan petani untuk tanam padi gogo, namun Distan Tubaba juga menyiapkan bantuan benih bagi para petani, yakni sebanyak 25 kilogram perhektar. Ada beberapa varietas benih yang dapat diajukan oleh petani, diantaranya Situ Bagendit, Cilamaya Muncul, Inpago, dan Inpari.”Data yang masuk ke kami sudah ada sekitar 2.000-an hektar sawah yang diusulkan akan ditanami padi gogo, tersebar di seluruh kecamatan kecuali Way Kenanga. Bantuan benih sebagian sudah terealisasi, sedangkan yang belum masih dalam usulan ke provinsi,”bebernya.

Pihaknya berharap, luas tanam padi gogo di Tubaba dapat maksimal untuk mencapai target produksi padi tersebut. Yayit menambahkan, luas tanam padi irigasi yang panen awal tahun ini ada sekitar 14 ribu hektar, dan untuk mencapai target produksi tahun ini luas tanam paling tidak 20 ribuan hektar. Sehingga, luas tanam padi gogo ini diharapkan bisa mencapai minimal 6 ribuan hektar agar target produksi tercapai.”Untuk itu, kita berharap dukungan dari berbagai pihak, terutama petani agar mendukung budidaya padi gogo dalam program Upsus Pajale tahun ini,”harapnya. (ded)

29 Views