Menghadapi Lebaran, Disnak Ingatkan Pedagang Daging Agar Tidak Curang

15

Radartuba.com, TUBABA – Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah/2019 Masehi, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengingatkan para pedagang daging agar tidak memanfaatkan momentum ramadhan dan lebaran untuk berbuat curang demi meraup keuntungan berlipat. Hal ini mengingat, moment lebaran dikhawatirkan dijadikan sebagai “ladang” bagi oknum tertentu dengan menghalalkan berbagai cara, seperti menjual daging glonggongan, oplosan, hingga ayam tiren (mati kemarin).

Kabid Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran pada Disnak Tubaba, Desie Andriyani, SP, MM, melalui Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno mengatakan, permintaan daging menjelang hari raya bisa meningkat hingga 30-50 persen dari hari biasa.”Seiring permintaan terhadap daging meningkat, harga juga biasanya mengalami kenaikan apalagi sudah mendekati lebaran nanti. Nah, kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan dapat memicu pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi ini demi mengeruk keuntungan,”ungkapnya kepada Radar Tuba melalui telepon, Minggu (26/5/2019).

Menurutnya, selain merugikan konsumen, praktik curang dengan menjual daging glonggongan, oplosan, hingga ayam tiren juga merugikan pedagang daging lainnya.”Jika ini terjadi, pedagang lain juga bisa rugi karena masyarakat menjadi khawatir dan berpikir dua kali ketika akan membeli daging. Kalau seperti itu, kasihan pedagang lain yang jujur, pasti akan terkena imbas dari praktik curang tersebut,”cetusnya

Untuk itu, lanjutnya, selain pengawasan diperketat melalui pemeriksaan rutin dan kegiatan sidak pasar ataupun Tempat Pemotongan Hewan (TPH), Disnak Tubaba juga tidak bosan mengingatkan para pedagang daging agar tidak nekat berbuat curang.”Alhamdulillah, di Tubaba sampai sekarang belum ditemukan praktik curang tersebut. Tapi kita akan tetap meningkatkan pengawasan, baik di pasar-pasar ataupun TPH,”ujarnya.

Dia juga meminta peran aktif masyarakat dalam mencegah beredarnya daging glonggongan, oplosan, dan ayam tiren. Bahkan, Irwan juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan daging yang dijual murah terlebih jika jauh dibawah harga pasaran, sebab hal ini justru patut dicurigai.”Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor kalau menemukan peredaran daging yang mencurigakan, agar segera dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,”tandasnya.

BACA JUGA:  Untuk Ke-8 Kalinya, Tubaba Kembali Raih WTP

Kepada masyarakat selaku konsumen, pihaknya juga mengingatkan bahwa daging yang layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat adalah daging yang memiliki kriteria Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH). Artinya, masyarakat selaku konsumen harus selektif dalam membeli bahan Pangan Asal Hewan (PAH) tersebut, jangan asal beli.

Untuk memilih daging yang ASUH, imbuhnya, ada cara sederhana dan masyarakat bisa dengan mudah memahami dan menerapkannya. Yakni memilih daging dilihat dari warna, bau, dan konsistensi daging. Daging yang sehat dan layak dikonsumsi memiliki warna yang cerah, berbau khas daging segar, dan saat daging itu dipijat pasti kembali seperti kondisi semula‎.”Jika kriteria ini tidak didapati pada daging yang akan dipilih, maka konsumen wajib berpikir ulang untuk membelinya. Bahkan lebih baik memilih daging  yang lain,”terangnya.

Untuk itu, masyarakat harus teliti dan waspada dalam membeli daging yang akan dikonsumsi, sebab jika hal ini diabaikan maka dampak yang dapat ditimbulkan dari mengkonsumsi daging yang tidak ASUH akan menyebabkan kerugian, setidaknya dapat berpengaruh pada kesehatan konsumen itu sendiri.”Daging yang tidak ASUH itu bisa dipastikan mengandung sumber penyakit yang tentu berbahaya bagi kesehatan. Makanya masyarakat harus lebih berhati-hati,”pungkasnya. (ded)

46 Views