Diduga Nekat Beroperasi, SatPol PP Razia Tempat Hiburan Malam

76

Radartuba.com, TUBABA -Belasan personil Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) merazia tempat hiburan malam, kos-kosan, hingga lapo tuak, di daerah setempat. Razia yang dilakukan pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari ini untuk meminimalisir pekat (penyakit masyarakat) sebagai upaya menjaga kekhusyukan umat muslim dalam menjalankan ibadah, khususnya selama bulan ramadhan ini.

Dari hasil pantauan, rombongan SatPol- PP Tubaba mengitari tiga Kecamatan dalam razia itu, yakni Tulang Bawang Tengah, Tumijajar dan Tulang Bawang Udik. Ada beberapa titik yang menjadi sasaran razia tersebut, antara lain di Tiyuh Pulung Kencana, Tunas Asri, Murni jaya, Daya Asri, Kagungan Ratu, dan simpang Makarti.

Selain dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat dan kondusifitas wilayah, SatPol-PP Tubaba terpaksa merazia sejumlah tempat yang diduga kuat sebagai titik praktik pekat. Sebab, sebelumnya SatPol-PP Tubaba telah melayangkan surat edaran yang berisi himbauan agar tempat-tempat tersebut tidak beroperasi selama ramadhan, namun hal ini tampaknya tidak diindahkan mengingat beberapa tempat diduga tetap nekat beroperasi.

Kepala SatPol-PP, Drs. Sujatmiko mengatakan, razia yang di lakukan pihaknya ini dalam rangka untuk kekhyusukan masyarakat saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, sekaligus mendata tempat-tempat yang diduga sebagai tempat prostitusi. “Tempat-tempat seperti itu kan, yang dapat menggangu ketertiban masyarakat apa lagi ini bulan suci rahmadan. Maka dari itu kita lakukan pembinaan kepada pemilik tempat-tempat yang kita anggap dapat mengganggu ketertiban masyakarat,”ungkapnya kepada awak media disela-sela kegiatan razia sekitar pukul 01.41 WIB dini hari.

BACA JUGA:  Warga Keluhkan Keberadaan Tempat Hiburan Malam

Menurutnya, beberapa penghuni kost dan tempat hiburan malam telah dilakukan pendataan, baik pemilik atau wanita yang menjadi penghuni kos. Pihaknya menghimbau agar tidak melakukan atau mengulangi hal-hal yang dilarang atau di luar aturan.”Yang jelas kita melakukan langkah persuasif melalui pembinaan dan pendataan,”ulasnya.

Dalam razia ini, Sujatmiko menjelaskan bahwa pihaknya bergerak sendiri dan tidak melibatkan lembaga lain seperti Dinas Sosial, Kepolisian dan Dinas Kesehatan.”Ada sekitar 13 personil yang kita kerahkan dan kegiatan ini khusus SatPol-PP saja. Kalau razia gabungan biasanya kita bersama instansi lainnya juga, tapi untuk malam ini khusus kita sendiri yang bergerak,”jelasnya.

Pihaknya akan terus berupaya menegakkan peraturan daerah tentang asusila prostitusi, dan berharap tidak ada lagi penyakit masyarakat di Tubaba.“Maka dari itu kita adakan terus-menerus pembinaan di tempat yang kita anggap sebagai tempat penyakit masyarakat. Kita berharap situasi kondusif dan ketertiban masyarakat di kabupaten ini akan tetap terjaga,”harapnya. (ded)