Pertengahan Ramadhan, Sejumlah Pasar Terpantau Mulai Ramai

17

Radartuba.com, TUBABA – Memasuki pertengahan Ramadhan 1440 Hijriyah ini, jumlah pengunjung di sejumlah pasar di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) baik pasar kabupaten ataupun tradisional terpantau mulai mengalami peningkatan. Diperkirakan, jumlah pengunjung akan terus bertambah hingga mendekati hari raya Idul Fitri, bahkan luapan pengunjung biasanya terjadi pada beberapa hari menjelang lebaran nanti.

“Alhamdulillah, beberapa hari ini sudah mulai ramai pengunjung. Yang jelas, selaku pedagang tentu kondisi ini sangat berdampak pada pendapatan kami. Sebab, saat memasuki puasa jumlah pengunjung agak sepi dan kini sudah mulai ramai kembali,”ungkap salah satu pedagang pakaian di Pasar Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, saat berbincang-bincang dengan Radar Tuba, Senin (20/5/2019) pagi.

Erni (30), salah‎ satu pengunjung menyebut berbelanja dipasar baik menjelang ramadhan, saat ramadhan, ataupun menjelang lebaran sudah menjadi tradisi yang selalu dilakukan setiap tahun.”Entah kenapa ya mas, kalau mau puasa, saat puasa, atau mau lebaran rasanya itu memang semangat banget mau berbelanja dipasar untuk membeli kebutuhan. Saya rasa semua seperti itu, namun bukan berarti dihari-hari biasa tidak berbelanja dipasar,”ulasnya.

Dirinya mengakui, harga kebutuhan rumah tangga khususnya sembako memang mengalami kenaikan. Jika mengingat tahun- tahun sebelumnya, wanita berhijab ini juga memperkirakan lonjakan harga akan terjadi saat menjelang hari raya nanti.”Sekarang saja harga-harga sudah pada naik, apalagi mendekati lebaran nanti. Tapi ya mau gimana lagi memang sudah seperti itu umumnya,”cetus dia.

“Tapi sepertinya hal itu (naiknya harga) tidak mempengaruhi keinginan warga untuk berbelanja di pasar, buktinya sekarang tambah ramai. Yang jelas, di pasar itu lengkap, semua kebutuhan dapur lengkap, makanya mending kepasar saja sekalian, hitung-hitung untuk stok,”ujar dia seraya tersenyum.

BACA JUGA:  Hadapi Lebaran, IRT Mulai Cemaskan Lonjakan Harga Sembako

Tak hanya kebutuhan rumah tangga seperti sembako saja, toko atau kios-kios pakaian juga mulai didatangi pengunjung. Mereka dengan antusias memilih pakaian yang dikehendaki, meski sebenarnya tetap mengukur kemampuan “kantong” mereka. Namun, tak jarang pula dari mereka yang hanya sekedar melihat-lihat atau sebatas bertanya- tanya saja kepada para pramuniaga toko. Mungkin kurang cocok dengan yang diinginkan, atau justru karena keterbatasan uang yang dimiliki.

Begitu juga dengan toko yang menyediakan makanan dan minuman untuk mengisi meja tamu saat lebaran tiba. Para pembeli terkadang rela antri hanya untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Saat-saat seperti ini tentunya menjadi waktu yang pas bagi para pedagang untuk meraup keuntungan, sehingga tak jarang sejak awal ramadhan bahkan sebelumnya, mereka (pedagang) sudah menyetok berbagai jenis makanan atau minuman yang menjadi incaran dan sangat dicari oleh para pembeli.

Kondisi seperti ini dapat dipastikan memberikan dampak tersendiri bagi kalangan pedagang, khususnya dalam hal pendapatan yang diperoleh dari barang dagangan mereka. Para pedagang khususnya pedagang sembako pun tak menampik bahwa penghasilan mereka juga bertambah dibandingkan pada hari-hari biasa.”Lumayan mas, yang jelas pendapatan pasti berbeda dari hari biasanya. Kan pengunjung‎ cukup ramai. Apalagi beberapa hari sebelum lebaran nanti”ujar salah seorang pedagang sembako. (ded)