DD Tiyuh Kartaraharja Pasang Underlagh Di Irigasi

19

Radartuba.com, TULANGBAWANG UDIK—-Realisasi Dana Desa (DD) Tiyuh Karta Raharja, Kecamatan Tulangbawang Udik (Tuba Udik) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2018 diduga bermasalah.

Hal itu lantaran dana tiyuh setempat digunakan untuk pembangunan jalan Onderlagh di atas saluran Irigasi Way Rarem Lampung Utara (Lampura). Saluran tersebut notabenenya milik Balai Besar Pengairan, Direktorat Pekerjaan Umum.
Berdasarkan pantauan radarlampung.co.id, pembangunan drainase di atas jalur irigasi Tiyuh Karta Raharja terletak di Rk 3, dengan lebar 2,5 M dan panjang sekitar 200 M. Mirisnya, didugq susunan batu Onderlaagh tersebut diduga asal jadi, bahkan diduga tidak menggunakan alat wales sebagaimana pekerjaan pembangunan jalan lainnya.

Rudi, Kepala Tiyuh Karta Raharja membenarkan jika anggaran DD 2018 yang terserap untuk bangunan tersebut. Namun sayangnya Rudi terkesan belum paham secara detail berapa besaran anggaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut. “Pastinya, seluruh bangunan fisik tersebut menggunakan DD tiga tahap, yakni tahap pertama, kedua dan ketiga,”terangnya.

Diungkapkan Rudi, pembangunan fisik DD Tiyuh Karta Raharja tahun 2018 itu diimplementasikan untuk Pembangunan Onderlagh sepanjang 1 kilometer yang kita bagi untuk tiga lokasi masing-masing di Rk3 sepanjang 200 M, Rk8 300 M, dan Rk7 500 M. “Selain itu, kami juga melakukan pembangunan drainase 200M dan Gorong-gorong 2 unit di RK3 lingkungan pasar.”jelasnya lagi.

Kemudian dilanjutkan pembangunan jambanisasi WC sejumlah 10 unit, yang terbagi dari RK1 sampai Rk8. Bahkan, juga dilakukan penggalian siring sepanjang 200 M di Rk7 dan Rk8 untuk pendamping jalan Onderlagh.

BACA JUGA:  Winarti Buka Musrenbang RKPD 2019

Bukan hanya itu, dana desa Karta Raharja tahun 2018 juga direalisasikan untuk Pemberdayaan Tiyuh.

Menanggapi itu, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Tubaba Sofyan Nur, M.H. menjelaskan, setiap pembangunan yang dilakukan baik Pemkab maupun pemerintah tiyuh tentunya berdasarkan kewenangan masing-masing.

“ Membamgun itu bedasarkan kewenangan.
Contoh jalan provinsi saja tidak dapat dilakukan pembangunan oleh Kabupaten. Apalagi jalur irigasi milik Balai Besar yang dibangun jalan Anderlagh oleh tiyuh menggunakan DD, mereka sudah melebihi batasan. Terkecuali ada rekomendasi langsung dari pihak Balai Besar dan hubernur.”kata Sofyan.
Sementara itu, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan. Pertanyaan yabg sama juga terungkap pada realisasi DD Tiyuh Karta Raharja tahun 2017. Sebab, diduga dana tersebut hanya direalisasikan untuk pembangunan drainase di lingkungan Pasar Karta Raharja tiyuh setempat. (fei).