Alasan Anggaran, Pemkab Tubaba Tak Gelar Pasar Murah Ramadhan

34

Radartuba.com, TUBABA- Beberapa daerah di Provinsi Lampung saat ini sedang sibuk mempersiapkan kegiatan Pasar Murah Ramadhan 1440 H/2019 M sebagai upaya dalam mengendalikan lonjakan harga sembako selama ramadhan sekaligus membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan. Bahkan, sebagian daerah terpantau sudah menggelarnya sejak awal puasa ini, namun tidak dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Keterbatasan anggaran tampaknya menjadi kendala utama, sehingga mengharuskan Pemkab Tubaba tidak mengadakannya, dan lebih mengutamakan program-program prioritas lainnya.

Padahal, sebagian masyarakat khususnya mereka yang berada di garis kurang mampu dari segi ekonomi sangat mengharapkannya. Sebab, dengan adanya pasar murah ramadhan yang menyiapkan berbagai jenis bahan sembako dirasakan cukup membantu dalam meringankan beban ekonomi masyarakat (pengeluaran). Namun sayang, sejak tahun 2018, program pasar murah ramadhan sudah terhenti dan ternyata berlaku hingga tahun 2019 ini.

“Tahun ini kami tidak melaksanakan pasar murah karena keterbatasan anggaran. Kemarin tanggal 24 April ada gelaran Pasar Murah di Tiyuh Kagungan Ratu Kecamatan Tulangbawang Udik itu merupakan kegiatan Pemprov Lampung,” ungkap Helmi Hartopo, Kabid Perdagangan  Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) dan UMKM Kabupaten Tubaba saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019) siang.

Diakuinya, kegiatan pasar murah memang sudah tidak dilaksanakan sejak tahun 2018. Namun, pihaknya mengaku setiap tahunnya mengusulkan anggaran untuk kegiatan pasar murah tersebut.”Kalau kegiatan Pasar Murah ini selalu kami usulkan, karena ini merupakan kegiatan rutin, bahkan memang kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat terumata dari keluarga yang tidak mampu. Namun, dua tahun ini tidak terakomodir karena keterbatasan anggaran,” terangnya.

BACA JUGA:  500-an Calon Warga PSHT Pendadaran di Kecamatan Gunung Agung

Pihaknya mengaku tahun ini hanya melakukan pengawasan dan pemantauan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar-pasar yang berada di wilayah kabupaten setempat.”Tidak ada pasar murah, tahun ini hanya pengawasan ke pasar-pasar, sering turun pantau harga terutama di Pasar Daya Murni Kecamatan Tumijajar, dan Pasar Mulya Asri Kecamatan Tulangbawang Tengah karena kedua pasar ini yang menjadi barometer pasar-pasar di Tubaba,” jelas Helmi.

Berdasarkan pemantauan tersebut, kata dia, hingga hari ini harga bahan pokok di Kabupaten Tubaba masih tergolong stabil.”Harga masih stabil, biasanya ada kenaikan harga bahan pokok 2 hari menjelang puasa dan 2 hari menjelang hari raya,” pungkasnya.

Tidak adanya pasar murah ramadhan ini sangat disayangkan oleh masyarakat, mengingat dengan adanya pasar murah dengan harga yang lebih ringan tentu cukup meringankan beban ditengah-tengah meningkatnya kebutuhan selama ramadhan.“Sayang banget ya mas, Pemkab Tubaba justru tidak mengadakan pasar murah. Padahal, kami sangat mengharapkan. Paling tidak, ada selisih harga sembako yang lumayan besar jika dibandingkan dengan membelinya di pasar umum,”ungkap Wati (45), warga Kecamatan Tumjajar. (ded)