Kadis Pertahanan Pangan Kurang Dewasa Tanggapi Keluhan Masyarakat

15

Radartuba.com, Tulang Bawang – Operasi pasar bawang putih yang digelar oleh dinas pangan Kabupaten Tulangbawang yang dilaksanakan dipasar putri agung menggala, menjadi pusat perhatian masyarakat, selasa (14/5/2019)

Bagaimana tidak menjadi perhatian masyarakat, hampir semua bawang putih karungan yang di sediakan dinas pangan hanya sekitar 18kg sampai 19kg saja, hal ini pun mengecewakan para pembeli.

Salah satunya bapak Sukarno yang membeli sebanyak empat karung bawang putih, namun bawang yang di beli tidak sesuai dengan label 20kg yang tertera pada karung tersebut.

“Saya kecewa dengan apa yang saya dapatkan, bawang putih yang di jual oleh dinas perdagangan seberat 20kg sesuai dengan label karung, tetapi saat di timbang bawang putih itu hanya 19kg bahkan sampai 18kg perkarung,” keluhnya.

Dalam operasi pasar bawang putih tersebut bawang putih di jual kisaran harga Rp.25.000 perkilogramnya dan 1 karung 20kg bawang putih dengan harga Rp.500.000, dengan cara pembelian masyarakat diwajibkan membeli minimal 1 karung bawang putih dengan berat 20kg dan maksimal 4 karung bawang putih dengan berat 80kg .

Lebih lanjut Sukarno mengatakan, bila seperti ini kami merasa dirugikan, “mohon maaf pak saya ini pedagang kalau begini pasti rugi, harga bawang putih perkilo Rp.25.000 dengan mewajibkan membeli seberat 20kg berarti kami mengeluarkan modal Rp.500.000 bila timbangan kurang 1kg saja kami sudah di rugikan sebesar Rp.25.000,” jelasnya kepada Radar Tuba.

Hal yang sama pun dirasakan oleh Simah, yang membeli bergotongan dengan kerabatnya demi untuk mendapatkan bawang dengan harga yang murah tersebut.

BACA JUGA:  Resmi!!! Gaji PNS Naik 5 Persen, Rapel Januari-Maret Cair Pekan Depan

“Yang saya beli ini hanya beratnya 19 kilogram saja, rugilah kami beli ini sumsuman karena harga bawangnya cukup murah,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Radin Mansus mengatakan, ini merupakan program swasta dari Menteri Ketahanan Pangan, ini digelar di seluruh Indonesia, pihak pemda hanya menyediakan lokasi.

“Ya kalau ada yang komplain yang bertanggung jawab penyelenggara, kami hanya menyediakan tempatnya saja,” terang Radin Mansus.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa sebelum dilakukan penjualan sudah dicek tidak ada kendala dan kalaupun benar ada yang kurang beratnya itu tidak semua.

“Kalau benar tidak semua yang kurang, wajar saja mungkin menyusut, karena ini dari Jakarta,” jelasnya.

Jawaban dari kadis ketahanan pangan terkesan menyalahkan penyelenggara dan meremehkan pelaksanaan operasi pasar bawang putih yang merupakan program kementerian pertanian.

Sebagai kadis harusnya mampu menanggapi dan mengapresiasi keluhan masyarakat apalagi kegiatan yang bersifat untuk masyarakat luas, pelaksanaan operasi pasar bawang putih sendiri untuk meringankan beban masyarakat ditengah kenaikan harga bahan pokok yang melambung termasuk bawang putih. (Mad)

26 Views