Sambut Ramadhan, Pastikan Daging Yang Anda Konsumsi ASUH

31

Radartuba.com, TUBABA- Menjelang bulan Ramadhan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, penjualan daging biasanya akan terus mengalami peningkatan‎. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan daging yang seakan selalu menjadi tradisi tahunan ditengah-tengah masyarakat dalam menyambut hari besar tersebut. Namun, masyarakat selaku pembeli, harus memperhatikan beberapa hal ketika mereka akan membeli daging, baik di pasar, tempat pemotongan hewan, atau‎ tempat-tempat penjualan daging lainnya. Tidak hanya daging ternak seperti Sapi, Kerbau, dan Kambing saja, namun daging unggas juga harus menjadi perhatian para pembeli. Mengapa demikian?

Menjawab hal itu, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tubaba, drh. Nazaruddin, MM menegaskan, daging yang layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat adalah daging yang memiliki kriteria Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH).”Artinya, masyarakat selaku konsumen harus selektif dalam membeli bahan Pangan Asal Hewan (PAH) tersebut, jangan asal beli,”ungkapnya didampingi Kabid Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran, Desie Andriyani, SP, MM, saat berbincang-buncang dengan radartuba.com di ruang kerjanya, Selasa (30/4/2019) pagi.

Untuk memilih daging yang ASUH, lanjutnya, ada cara sederhana dan masyarakat bisa dengan mudah memahami dan menerapkannya. Yakni memilih daging dilihat dari warna, bau, dan konsistensi daging. Daging yang sehat dan layak dikonsumsi memiliki warna yang cerah, berbau khas daging segar, dan saat daging itu dipijat pasti kembali seperti kondisi semula‎.”Jika kriteria ini tidak didapati pada daging yang akan dipilih, maka konsumen wajib berpikir ulang untuk membelinya. Bahkan lebih baik memilih daging yang lain,”terangnya.

Menurutnya, masyarakat harus teliti dan waspada dalam membeli daging yang akan dikonsumsi, sebab jika hal ini diabaikan maka dampak yang dapat ditimbulkan dari mengkonsumsi daging yang tidak ASUH akan menyebabkan kerugian, setidaknya dapat berpengaruh pada kesehatan konsumen itu sendiri.”Daging yang tidak ASUH itu bisa dipastikan mengandung sumber penyakit yang tentu berbahaya bagi kesehatan. Makanya masyarakat harus lebih berhati-hati,”ulasnya.

BACA JUGA:  Ayo! Lihat Kura-Kura di Tubaba

Nazaruddin menyebutkan, selama Ramadhan hingga menjelang lebaran, kebutuhan daging selalu meningkat dari biasanya, sehingga hal ini menjadi peluang bagi para pedagang, Namun, kondisi ini tidak menutup kemungkinan sering juga dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk berbuat curang demi meraup keuntungan yang lebih dan berlipat.”Para pedagang yang nakal, biasanya nekat menjual daging gelonggongan, mati kemarin (tiren), bahkan daging oplosan. Jika kita tidak tahu, ini bisa berbahaya,”cetusnya.

“Tapi dalam hal ini, kita bersyukur karena di Tubaba dari tahun-ketahun tidak ada masalah dengan daging. Walaupun pedagang daging itu terbilang pedagang musiman, tapi kebanyakan daging berasal dari ternak lokal, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Namun kita harus tetap waspada dan memperhatikan kriteria-kriteria daging ASUH tadi,‎”pintanya.

Untuk itu, guna memastikan daging yang dijual di pasaran memenuhi kriteria ASUH, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan rutin, mulai sebelum Ramadhan hingga menjelang lebarann 1440 Hijiriyah nanti. Bahkan mendekati lebaran, pemeriksaan akan dilakukan intensif bersama dengan Tim Terpadu yang melibatkan instansi terkait‎ di Lingkungan Pemkab Tubaba.”Selain untuk memastikan daging yang ASUH, pemeriksaan itu adalah untuk menghindari penyakit Zoonosis (penyakit menular dari hewan ke manusia)‎, seperti Antrak, Flu Burung, dan Tuberculosis Ternak (TBC Ternak). Bahkan rencananya, produk Pangan Asal Hewan (PAH) seperti bakso juga akan kita lakukan pemeriksaan dengan melibatkan Balai Veteriner (Bivet) untuk dilakukan uji lab guna mengetahui ASUH atau tidaknya,”pungkasnya. (ded)