Pendamping Tiyuh Program Mantra Tubaba Verifikasi 13.729 RTS

113
Bimtek Program Mantra Tubaba awal April lalu, yang diikuti oleh seluruh Koordinator Kecamatan dan Pendamping Tiyuh yang ditugaskan dalam program skema perlindungan dan jaminan sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang digagas oleh Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP tersebut. FOTO: DEDI/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, TUBABA- Seluruh Pendamping Tiyuh pada Program Maju dan Sejahtera  Kabupaten Tulang Bawang Barat (Mantra Tubaba) saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasi data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau Rumah Tangga Sasaran (RTS) bantuan sosial non tunai tersebut. Hal ini dilakukan agar program skema perlindungan dan jaminan sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang digagas oleh Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP ini dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tubaba, M. Yusuf, SH, mengatakan, salah satu kunci keberhasilan program Mantra Tubaba terletak pada tahapan verifikasi dan validasi data RTS.”Untuk itu, Pendamping Tiyuh harus benar-benar obyektif,  jeli dan teliti dalam kegiatan ini. Artinya, harus berpedoman pada kriteria penerima bantuan yang telah ditetapkan dalam juknis operasional program Mantra Tubaba,”ungkapnya saat berbincang-bincang dengan radartuba.com, Senin (29/4/2019) siang.

Dia menyebutkan, ada sebanyak 13.729 RTS yang sedang diverifikasi, tersebar seluruh tiyuh/kelurahan se-Tubaba. Jumlah RTS ini, kata dia, didapat dari Basis Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.”Berdasarkan BDT tersebut, angka RTS calon penerima manfaat program Mantra Tubaba ini sudah diluar penerima bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI. Tapi, verifikasi dan validasi data tetap dilakukan untuk memastikan data tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih antara program Mantra Tubaba dan PKH,”terangnya.

Selain itu, lanjutnya, verifikasi dan validasi data RTS ini dilakukan untuk memperluas cakupan bantuan program pengentasan kemiskinan di Tubaba tersebut. “Verifikasi dan validasi data RTS calon penerima bansos non-tunai Mantra Tubaba bukan hanya sebatas untuk mengetahui angka riil jumlah RTS berdasarkan BDT saja. Tapi, melalui verifikasi dan validasi ini diharapkan akan memperluas cakupan bantuan dari pemerintah untuk pengentasan kemiskinan di Tubaba,”ujarnya.

BACA JUGA:  Raperda APBD 2020 Disahkan, Pemkab Tetap Fokus Program Prioritas yang Pro Rakyat

“Dengan demikian, jika dalam proses verifikasi dan validasi RTS tersebut ditemukan data baru yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, maka pendamping tiyuh wajib melakukan verifikasi dan validasi. Selanjutnya, data hasil validasi tersebut akan dijadikan dasar penetapan RTS oleh bupati, yang kemudian akan diusulkan kepada Kemensos untuk dapat dimasukkan dalam BDT,”imbuhnya.

Pihaknya berharap, waktu yang tersisa dalam tahapan verifikasi dan validasi data tersebut dapat digunakan dengan maksimal oleh para pendamping tiyuh untuk memberikan data RTS yang benar-benar valid.”Target kami, proses verifikasi dan validasi data RTS calon penerima Mantra Tubaba tersebut selesai pada akhir Mei mendatang. Sembari menunggu proses ini selesai, beberapa persiapan seperti kerjasama dengan bank penyalur bantuan juga kita lakukan, sebab bulan Juni rencananya bantuan sudah mulai diluncurkan,”pungkasnya. (ded)