Pasokan Air Way Rarem Segera Di Stop, Petani Tetap Nekat Gadu

23

Radartuba.com, TUBABA – Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dipastikan tidak dapat melaksanaan tanam padi musim kedua (Gadu) tahun ini, sebab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Sub Unit Daerah Irigasi (DI) Way Rarem memutuskan untuk menyetop pasokan air lantaran akan dilaksanakannya perbaikan pafa Waduk Way Rarem dan jaringan irigasi besar.

Meski begitu, para petani di sejumlah wilayah di Tubaba tetap nekat melaksanakannya, terutama bagi mereka yang sudah melaksanakan panen pada Februari-Maret. Sementara, air dari Way Rarem hingga saat ini memang masih mengaliri irigasi di kabupaten setempat.”Rugi mas kalau tidak gadu, kami panen bulan Februari, sedangkan air masih ada. Makanya kami nekat gadu,”cetus Agus (30), salah satu petani di Kecamatan Tulang Bawang Udik saat berbincang-bincang dengan radartuba.com, Sabtu (13/4/2019) pekan lalu.

Mengenai hal ini, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba menyebutkan, pihak Way Rarem akan menyetop pasokan air ke Tubaba pada akhir April mendatang, karena perbaikan waduk dan jaringan irigasi akan segera dilaksanakan.”Rencana awal pertengahan April ini, tapi hasil komunikasi kami dengan pihak Way Rarem, akhirnya diputuskan akan ditutup pada akhir April mendatang,”ungkap Yayit Zamhuri, SP kepada radartuba.com di ruang kerjanya, Senin (15/4/2019) pagi.

Dengan demikian, pihaknya tidak menyarankan para petani di daerah setempat melaksanakan gadu, sebab pasokan air dari Way Rarem merupakan kebutuhan vital dalam budidaya padi teknis irigasi.”Padi bukan tanaman air, tapi membutuhkan air. Sedangkan sawah teknis irigasi di Tubaba seluas 8.100-an hektar masih bergantung pada pasokan air dari waduk Way Rarem,”terangnya.

BACA JUGA:  Safari Ramadhan, Umar Ajak Masyarakat Tebar Kebaikan

Namun, dirinya juga tidak menampik masih ada petani yang nekat untuk malaksanakan gadu, bahkan berdasarkan informasi dan pantauan yang dilakukan ada sekitar 600 hektar sawah yang sekarang sudah ditanami padi oleh petani. “Yang nekat ini kebanyakan yang panen Februari-Maret. Tapi kami tidak menyarankan itu, karena pasokan air akan segera ditutup Lagipula informasi tidak adanya gadu sudah kami sampaikan sejak jauh hari,”tandasnya.

Dengan tidak adanya gadu, pihaknya justru menyarankan agar petani menanami sawahnya dengan tanaman palawija, seperti Jagung dan Kedelai.”Dari pada lahannya nganggur lebih baik ditanami palawija, sehingga tetap menghasilkan. Dalam hal ini, kita juga tentunya berharap perbaikan di waduk Way Rarem nantinya dapat selesai tepat waktu, agar pelaksanaan rendeng (tanam pertama) musim tanam 2019/2020 mendatang tidak molor,”pungkasnya. (ded)