TP-PKK Tubaba Fokus Sampah Plastik dan Stunting, Umar Ahmad: Harus Bangun Kerjasama Lintas Sektoral

20

Radartuba.com, TUBABA– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) fokuskan perhatian pada upaya penanganan, pengurangan sampah plastik dan kekurangan gizi (stunting) pada anak-anak. Bahkan, dua hal penting tersebut akan menjadi bagian program kegiatan prioritas TP-PKK Tubaba tahun ini.

Ketua TP-PKK Tubaba, Hj. Kornelia Umar, SH, MM, menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target dalam pengurangan sampah plastik, yakni 30 persen pada tahun 2025. Hal ini mengacu pada Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.“Produksi sampah plastik memang sulit dihentikan, namun sangat mungkin untuk dikurangi terutama dengan mengubah kebiasaan kecil di rumah,”ungkapmya pada Rapat Konsultasi (Rakon) TP-PKK Tahun 2019 di Ruang Rapat Bupati, Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, beberapa upaya bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik diantaranya : Memanfaatkan kantong atau wadah dari plastik yang ada untuk digunakan lagi di kemudian hari; Membatasi pemakaian kemasan plastik, mengingat sisa kemasan adalah jenis sampah plastik yang paling banyak kita hasilkan sehari-hari; Membawa tas belanjaan sendiri seperti tas kanvas kemanapun kita pergi sehingga tidak perlu lagi membungkus belanjaan dengan kantong plastik;.

“Kemudian, kurangi memesan makanan dan masaklah makanan sendiri, sebab hal ini dapat menghindari produksi sampah plastik. Selain itu, gunakan peralatan makanan dan botol minuman sendiri, kurangi penggunaan sedotan plastik, simpan makanan dalam toples kaca, dan olah sampah plastik jadi barang baru,”paparnya.

Sementara mengenai permasalahan Stunting, Kornelia menegaskan perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih, mengingat bahaya Stunting berdampak besar pada pertumbuhan anak.”Penyakit Stunting memiliki dampak yang sangat buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak stunting menurun sebanyak 30 persen dari anak yang normal. Makanya perlu ada penanganan serius,”tegasnya.

BACA JUGA:  Torehkan Sejarah, Pembagian Tumbler Pemkab Tubaba Pecahkan Rekor MURI

Dua hal penting tersebut, imbuhnya, baik mengenai sampah plastik ataupun stunting, perlu mendapat perhatian dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan program yang harus dilaksanakan.“Upaya penanganan atau pengurangan sampah plastik ini sangat penting untuk kita sosialisasikan serta laksanakan, dan hendaknya kita jadikan sebagai salah satu program kegiatan PKK Tubaba. Begitu juga dengan program penanganan stunting ini pun perlu kita rancang untuk dilaksanakan, tentunya melalui kerjasama dan sinergi di antara unsur terkait yang ada di daerah ini,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP dalam sambutannya berpesan agar TP-PKK Tubaba sedapat mungkin membangun kerjasama dengan unsur-unsur lain yang ada di daerah ini, sehingga pencapaian program kerjanya dapat terealisasi secara lebih maksimal. Untuk itu, diharapkan pula adanya kesepahaman dan kerja sama dari unsur-unsur terkait, terutama SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah guna menjalin kemitraan dengan PKK, yang pada akhirnya hal ini akan memperkuat pencapaian visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba. (ded)