TOKOH PEMEKARAN DAN KETUA FEDERASI SESALKAN OKNUM PEJABAT LECEHKAN JANDA

0

Radartuba.com, TULANGBAWANG BARAT–– Ketua Federasi Adat Mego Pak Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubab) Hi. Herman Artha RM, S.I.Kom. meminta kepada Bupati Umar Ahmad untuk mengevaluasi pejabat di kabupaten setempat. Sebagai dasar evaluasi dilakukan lantaran diduga kuat adanya oknum pejabat yang mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap seorang janda beberapa waktu lalu. Herman menilai, pejabat tersebut tidak layak menempati jabatan tertentu lantaran moralnya tidak baik.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulangbawang (Tuba) ini mencontohkan, tindakan pejabat tersebut dinilainya sangat tidak pantas mengisi jabatan tertentu di bumi Ragem Sai Manggi Wawai ini.

Sebab Kabupaten Tubaba lahir atas perjuangan para tokoh-tokoh pemekaran dan pemerintah yang rela mengorbankan bukan hanya waktu tenaga dan pikiran, namun juga materi. “Atas pengorbanan tenaga dan pikiran kita serta materi tersebut, maka lahirlah Tubaba yang ada pada saat ini,”tuturnya.

Dikatakan mantan Ketua Golkar Kabupaten Tuba ini, meskipun tidak menghebohkan masyarakat, namun tindakan pelaku telah menjadi buah bibir di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Tubaba. “Buat apa mempertahankan pejabat seperti itu karena bukan ingin membantu Bupati, tetapi malah membuat buat onar bahkan mencoreng nama daerah,”tuturnya.

Sementara itu, tokoh pemekaran Kabupaten Tubaba, Tamhir Sabak, mendesak agar Bupati Tubaba Umar Ahmad mengambil tindakan tegas atas perbuatan oknum pejabat yang melakukan perbuatan tidak terpuji.

BACA JUGA:  Polsek TbT Identifikasi Penemuan Mayat di Kebun Singkong

“Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Umar Ahmad harus memberikan tindakan tegas terhadap pejabat daerah yang berperilaku buruk.”kata Tamhir Sabak kepada radarlampung.co.id.

Ia menuturkan, bahwa Kabupaten Tubaba bukan tempat untuk menampung oknum pejabat yang bertabi’at buruk. Menurutnya, meskipun beredar kabar oknum tersebut telah melakukan upaya perdamaian dengan korban, atas jabatan yang melekat pemerintah daerah tetap harus tegas. Karena Pejabat yang menempati posisi-posisi penting harus bermoral baik.

“Bupati atau Sekda harus tegas mengevaluasinya, ini benar-benar memalukan. Kami percaya dengan kepemimpinan Umar Ahmad, tetapi pejabat semacam itu yang ada di sekelilingnya sangat merusak kewibawaan pemerintah daerah” ungkap Tamhir Sabak, Rabu (10/4/2019).

Sementara itu, ketika dihubungi pada Kamis (5/4) lalu, oknum pejabat R enggan dikonfirmasi. Beberapa kali radarlampung.co.id menghubunginya melalui sambungan telepon tidak juga diangkat. Bahkan short massage service yang dikirim radarlampung.co.id, hingga berita ini diturunkan, juga belum ada jawaban.

Diberitakan sebelumnya, Oknum Pejabat berinisial R diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang janda berinisial I yang tinggal di Tiyuh Daya Asri Kecamatan Tumijajar Kabupaten setempat. Tindakan tersebut diduga membuat korban trauma lantaran takut dengan oknum ASN yang juga salah satu pejabat tersebut. (fei).

40 Views