Pemilu 2019, Panwas Tanjung Raya Latih saksi dari Parpol

15
Panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu ) kecamatan Tanjung raya menggelar kegiatan pelatihan Saksi partai politik untuk pemilihan umum tahun 2019. Foto: Misdi/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, MESUJI– Panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu ) kecamatan Tanjung raya menggelar kegiatan pelatihan Saksi partai politik untuk pemilihan umum tahun 2019.Kegiatan pelatihan tersebut digelar di balai desa gedung Mulya kecamatan Tanjung raya Kabupaten Mesuji , Minggu (07/04).
Ketua panwaslu kecamatan Tanjung Raya Suryadi mengatakan,bahwa pelaksanaan pelatihan saksi parpol yang dilakukan adalah dalam rangka melaksanakan perintah undang undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan juga dasar Pelatihan saksi sesuai PKPU nomor 3 tahun 2019 yaitu tentang pemungutan dan penghitungan suara.
“Berdasarkan jadwal yang di buat oleh Bawaslu Mesuji, kita panwaslu kecamatan Tanjung raya melatih saksi yang sudah disetor nama -nama saksi oleh parpol ke Bawaslu mesuji, dan pelatihan ini memang amanat undang-undang bahwa Bawaslu melatih saksi parpol, itu ada di pasal 531 ayat 8 undang undang nomor 7 tahun 2017,” kata Suryadi.
Lebih lanjut dia memaparkan bahwa saksi adalah ujung tombak parpol untuk melihat langsung proses persiapan, pelaksanaan hingga proses penghitungan suara di TPS, mengikuti pemeriksaan terhadap kelengkapan pemungutan suara serta meminta penjelasan mengenai hal hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pemungutan suara kepada kpps.
“Sesuai PKPU nomor 3 tahun 2019 saksi itu adalah orang yang mendapatkan mandat tertulis dari tim kampanye atau pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik, tugas saksi salah satunya adalah mendapatkan salinan formulir model A.3-KPU, Model A.4-KPU dan Model A.DPK- KPU juga salinan berita acara pemungutan suara dan salinan sertifikat hasil penghitungan suara (C1)dari KPPS di TPS ” tambah nya
Sementara itu Anurahman selaku komisioner panwaslu Tanjung raya dalam materi nya juga mengatakan bahwa saksi dilarang memakai atribut partai saat menjadi saksi di TPS, juga tidak boleh mengganggu KPPS dalam melakukan pekerjaannya.
” Saksi juga dilarang membantu KPPS dalam melakukan pengisian formulir sertifikat hasil penghitungan suara atau biasa disebut formulir C1″ imbuhnya
Sementara itu Ditemui terpisah caleg DPRD kabupaten Mesuji dapil 3 Tanjung raya Ari Kanda mengatakan bahwa banyak sekali manfaat yang diperoleh dari pelatihan saksi yang dilakukan oleh panwas, baik untuk saksi parpol maupun dari caleg itu sendiri karena karena kebanyakan kita tidak tau mengenai perubahan regulasi tentang undang undang dan PKPU.
“Semula kami tidak tahu kalau ada peraturan yang tidak memperbolehkan saksi menggunakan atribut partai saat di TPS, dengan adanya pelatihan ini kami jadi tahu aturannya, padahal sebelumnya kami sudah memesan rompi dengan logo partai sekitar 700 buah untuk saksi, tapi karena emang ada aturan yang tidak memperbolehkan saksi memakai atribut partai, dari pada saksi kami nanti disuruh nglepas lebih baik rompi tidak kami bagikan ke saksi” tukasnya (mis)