7 Parpol Ikut Pelatihan Saksi Dari Bawaslu

36
Ilustrasi: Admin/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, TUBABA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar pelatihan Saksi Partai Politik dan Saksi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan bertugas di hari pemungutan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, 17 April 2019. Pelatihan saksi yang dimulai, Sabtu (6/4/2019) dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan (Panwascam) di 9 (sembilan) kecamatan se-Tubaba.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tubaba, Midiyan, S.Sos mengatakan, hanya 7 (tujuh) partai politik yang menyerahkan nama-nama saksi, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.
”Pelatihan ini digelar berdasarkan Pasal 351 ayat 8 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Jumlah keseluruhan ada 5.027 saksi. Untuk partai lainnya tidak mengirimkan saksi dalam pelatihan ini, tapi dalam hal ini kita juga tidak bisa memaksakannya,”ungkapnya kepada Radar Tuba melalui pesan whatsapp, tadi siang, sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurutnya, pelatihan tersebut akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari dimulai tanggal 6 sampai dengan 9 April 2019. Hari pertama diikuti saksi dari dua partai, yakni PKB pada sesi pertama pukul 08.30 WIB – 11.30 WIB dan Partai Gerindra di sesi kedua, pukul 13.00 WIB – 16.00 WIB. Hari kedua(7/4/2019) juga akan diikuti oleh saksi dari dua partai. Yakni, Partai Golkar di sesi pertama pukul 08.30 WIB – 11.30 WIB dan pelatihan sesi kedua pukul 13.00 WIB – 16.00 WIB akan diikuti saksi dari Partai Nasdem.
“Sementara di hari ketiga, Senin 8 April 2019, ada dua partai juga. Yakni sesi pertama pukul 08.30 WIB – 11.30 WIB Partai Perindo dan sesi kedua pukul 13.00 WIB – 16.00 WIB dari PPP. Sedangkan hari terakhir (9/4/2019) hanya satu sesi yang akan diikuti saksi dari PAN,”urainya.
Midiyan juga menegaskan, ada beberapa hal yang wajib dipatuhi dan menjadi perhatian oleh para saksi, mulai dari proses pemungutan suara hingga penghitungan surat suara. Antara lain, saksi dilarang menggunakan atribut partai politik; wajib membawa surat mandat; saksi harus memastikan logistik pemilu masih dalam keadaan tersegel; saksi memastikan pemilih membawa C6 serta mengisi dan menandatangani C7; saksi memastikan penghitungan surat suara dimulai dari surat suara Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten.”Apabila menemukan pelanggara, maka saksi dapat melaporkannya ke Pengawas TPS,”tukasnya. (ded)