Timbunan Pasar Pulung Kencana, Aset Tiyuh Candrakencana Dikeruk

39

Mirisnya hanya Rp20 Ribu Per Truk, Namun Proyek ini Rp77 Miliar

Radartuba.com, TULANGBAWANG TENGAH–Tiyuh Candrakencana Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, akan menjual sekitar 5-6 ribu truk tanah untuk penimbunan Lokasi Pasar Pulungkencana dengan luas lahan sekitar 5 Ha. Proyek pembangunan pasar ini menelan dana Rp77 Miliar hasil pinjaman dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Tanah sebanyak itu akan dikeruk dari lahan aset tiyuh dengan luas sekitar 1,5 Ha. Mirisnya, tiyuh hanya memperoleh Rp100 juta dari lima ribu truk tanah yang mereka jual. Artinya, setiap truk dengan isi sekitar empat kubik tersebut hanya dibeli dengan harga Rp20 ribu atau dengan kata lain Rp5 ribu per kubik.
Yang lebih mencengangkan lagi berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lampung dan radarlampung.co.id,(grup Radar Tuba) ternyata lahan ini telah dihibahkan ke Kementrian Agama Tahun 2015 lalu untuk pembangunan sekolah MtS. Hal ini bertepatan juga dengan rombongan dari Kementrian Agama Kabupaten Tubaba baru meninjau lokasi tersebut saat Radar datang ke lokasi.
Sementara itu, Setio Hartono, Kepala Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) tiyuh setempat, kemarin mengaku tidak dilibatkan dalam perundingan penetapan harga penjualan tanah tersebut. Pria yang berumur sekitar 40 tahun ini mengaku harga Rp100 juta merupakan keputusan kepalo tiyuh Candrakencana. Tanah timbunan tersebut akan diambil dengan cara menggali aset tiyuh seluas 1,5 hektare.
“Bukan Mas, yang rundingan dengan pihak kontraktor pasar Kepalo Tiyuh Pak Syaifullah, kami hanya diminta persetujuan waktu ada rapat Musrenbang Tiyuh. Pak Syaifullah menyebutkan bahwa tanah 5 ribu truk tersebut akan dibayar Rp100 juta. Jadi kalau rundingan kami tidak ikut-ikutan,”paparnya.
Setio Hartono, sebelumnya tidak mengira bahwa uang yang akan diterima Tiyuh Candrakencana hanya Rp100 juta. Karena biasanya per truk Rp170 ribu, sehingga jika dirata-rata, per truk dihitung dengan nilai sekitar Rp70-80 ribu. “Ya dalam hati begitu, tapi kami gak tau soal rundingan, ya gak sesuai. Tapi semua itu urusan beliau,”jelasnya seraya mengatakan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk rejab kantor dan membangun pagar.
Ditemui di rumahnya Kepala Tiyuh Candrakencana, Syaifullah membenarkan hal tersebut. Syaifullah kepada radar di rumahnya mengaku jika sekitar bulan September 2018 lalu kontraktor memintanya untuk mencari tanah yang akan digunakan untuk menimbun pasar. Tak lama berselang ia teringat dengan lahan aset tiyuh yang telah dihibahkan tersebut. Karenanya iya langsung membawa konsultan dan mengecek apakah tanah itu memenuhi ketentuan atau tidak. Hasilnya disetujui dan akan dipergunakan untuk menimbun pasar. Uangnya itu untuk rehab kantor BPT dan bangun pagar kantor. Pokoknya kita terima Rp20 ribu per mobil, semua lainnya urusan mereka,tuturnya.
Upaya ini menurutnya diambilnya lantaran perehaban kantor BPT dan pembangunan pagar tidak dapat menggunakan anggaran dana desa. Ini sudah masuk dalam APBT kami tahun ini, saya juga sudah minta persetujuan aparatur tiyuh,”jelasnya.
Diakui Syaiful, saat ini memang tanah yang telah dikeruk dengan total sekitar 300 rit tersebut belum diberikan untuk menimbun lahan pasar. Sebab penimbunan baru akan dilakukan pada bulan April mendatang. Ya yang keluar itu untuk menimbun jalan atau kalau ada warga kita yang minta,jelasnya.
Sementara itu, Tarjo selaku mandor lapangan mengaku tanah yang dijual ke warga tersebut dengan harga Rp150 ribu/truk. Harga serupa juga dipasangkan untuk pasar Pulungkencana. Galian lahan ini masuk dalam lahan seluas 1,5 ha milik tiyuh dengan kedalaman 1-2 meter. (fei)