Upaya Pelestarian DDS, PMI Tubaba Rangkul MTA

26

Radartuba.com, TUBABA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus melakukan upaya dalam pelestarian Donor Darah Sukarela (DDS). Kali ini, upaya tersebut dilakukan bersama dengan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Kabupaten Tubaba, melalui kegiatan donor darah yang digelar, Sabtu (23/03/19). Selain untuk meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama, kegiatan yang berlangsung di Sekretariat MTA Perwakilan Tubaba mulai pukul 14.00 WIB ini juga sebagai langkah dalam upaya menambah stok darah di daerah setempat.

Ketua MTA Perwakilan Tubaba, Jumari menjelaskan, dalam kegiatan kali kedua ini antusiasme seluruh jama’ah cukup tinggi. Hal ini menurutnya, tterbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 30 orang lebih. Namun, lanjutnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan hanya 10 pendaftar yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan bisa melakukan proses donor darah.“Beberapa jama’ah sering tidur malam dan rendahnya tekanan darah,”ungkapnya.

Salah satu pendonor, Endang Purwanti mengaku tubuhnya terasa lebih ringan.”Jadi merasa lebih sehat lagi tubuh saya, bada terada enteng setelah diambil darahnya,”ujar dia. Selain merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan, agenda rutin tiga bulanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh jama’ah untuk peduli sesama.

Kepala Markas PMI Tubaba, Sugeng Riyanto mengatakan, dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, bermanfaat, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. “Untuk itu, PMI Tubaba terus melaksanakan pelestarian DDS guna pemenuhan kebutuhan darah untuk wilayah Tubaba, seperti pada kegiatan hari ini bersama MTA Tubaba,”ulasnya.

BACA JUGA:  Warga Karta Sambut Gembira Pembangunan Jalan Hotmix

Menurutnya, jejaring pelayanan transfusi darah merupakan wadah dan sarana komunikasi aktif antar unsur-unsur terkait yaitu UTD, rumah sakit, dan dinas kesehatan dalam pelayanan transfusi darah sehingga permasalahan yang dapat menyebabkan tidak terwujudnya pelayanan yang berkualitas dapat dihindari/ditanggulangi. “Dalam upayanya, tentu perlu didukung oleh pemerintah daerah, organisasi sosial yang tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan, organisasi profesi, dan masyarakat sehingga dapat tersedia darah yang aman, jumlah cukup, tepat waktu, mudah diakses, dan pemakaian rasional,”imbuhnya.

Berdasarkan pantauan, beberapa pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada seluruh pendaftar yang ingin melakukan donor darah. Seluruh pendonor haruslah memenuhi beberapa kriteria, diantaranya berat badan minimal 47 kg, tidur cukup selama delapan jam, serta memiliki tekanan darah dan HB yang normal. (ded)