Bawaslu Mesuji Ajak Pemilih Milenial Proaktif

34
Bawaslu Mesuji gelar acara dialog pemilu bertajuk sosialisasi partisifasip pada pemilih mileniel di Balai Desa simpang Mesuji Kecamatan simpang pematang. Foto Misdi/RADATUBA.COM

Radartuba.com, MESUJI –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengajak para pemilih milenial untuk berperan proaktif dalam penyelenggaraan pemilu serentak yang akan dilaksanakann pada 17 april 2019 mendatang.
Harapannya agar Pemilu serentak 2019 lebih berkualitas, Bawaslu juga berharap para pemilih milenial itu jangan hanya sekadar memberikan hak pilih.
Hal itu dikatakan Komisioner Bawaslu Mesuji Imron Tholib seusai menjadi pembicara pada acara dialog pemilu bertajuk sosialisasi partisifasip pada pemilih mileniel di Balai Desa simpang Mesuji Kecamatan simpang pematang Selasa petang (19/03).
Salah satunya menjadi pemilih rasional, pemilih yang menggunakan hak pilihnya memilih kandidat seperti Calin legislatif (caleg) harus berdasarkan ukuran penilaian yang objektif,” kata dia.
Jika hal itu dilakukan oleh para pemilih khususnya kawula muda, kata dia lagi maka akan melahirkan pemilu yang berkualitas.
Selain itu, pemilih muda sering kali memiliki rasa kritis sebab rata-rata memiliki idealisme yang masih tinggi Oleh karenanya, Bawaslu Mesuji pun berkeinginan memberikan akses informasi seluas-luasnya untuk pemilih muda dan mereka perlu mengenali pelanggaran pemilu.
“Pemilih milenial juga perlu mendapat pemahaman mengenali atau mengindentifikasi pelanggaran pemilu, diantaranya pelanggaran Administrasi, pidana, etik dan lainnya,” ucapnya.
Imron menambahkan jika telah mengetahui hal tersebut diharapkan anak muda memiliki semangat dan keberanian melaporkan pelanggaran pemilu.Selain itu dia menjelaskan bahwa sebagai pemilih pemula harus meningkatkan derajat sebagai pemilih.
Mulai dari hanya pemilih yang menyampaikan hak suaranya, lalu pelapor pelanggaran pemilu, dan akhirnya masuk dalam tubuh penyelenggara pemilu.Dia berharap kontribusi pemilih muda untuk pemilu serentak nanti jauh lebih besar lagi
“Apa lagi kawula muda akan berkontribusi besar bagi proses pemilu dan yang jelas tidak golput jadi mereka paham tentang politik maka pemilu kedepan ini akan lebih berkualitas,” ujarnya. (mis)