Tim Terpadu Pantau Perkerjaan Hasil Pinjaman SMI

19

Radartuba.com, TULANGBAWANG BARAT—-Tim terpadu yang terdiri atas Pimpinan DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perwakilan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), kemarin Rabu (13/3) melakukan pemantauan sejumlah paket pekerjaan dengan total kegiatan Rp128 miliar. Hasilnya, pihak PT SMI meminta agar rekanan yang tengah melakukan pekerjaan di sejumlah ruas ini dapat melakukannya sesuai kontrak. Sehingga hasil pekerjaan tersebut dapat benar-benar bermanfaat untuk kemajuan Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini.
Penekanan ini diungkapkan Nanang, Kepala Proyek PT SMI untuk Kabupaten Tubaba bersama tim di hadapan wartawan saat melakukan peninjauan kemarin sore. “Kami berharap pekerjaan ini sesuai dengan kontrak sehingga bnear-benar bermanfaar, jangan sampai baru selesai malah rusak,”ujarnya saat peninjauan empat paket proyek di Tulangbawang Udik, dan Kecamatan Tulangbawang Tengah, tadi.
Sayangnya, meski telah melakukan pekerjaan, Nanang tidak mau menyimpulkan baik atau tidaknya pekerjaan tersebut. Sebab, menurutnya, yang dapat menilai pekerjaan tersebut layak dan memenuhi standard atau tidak adalah tim teknis dari Tubaba. “Kami dari PT SMI hanya mengeluarkan dananya saja, kalau pekerjaannya seperti apa ya silakan tanyakan kepada pemdanya,”tegasnya.
Karenanya, Nanang meminta agar masyarakat dan lembaga-lembaga lainnya dapat turut serta memantau dan melaporkan dinas teknis yang membidanginya jika ditemukan ketidaksesuaian antara hasil dengan perencanaan. “Kalau ditemukan ada ketisaksesuaian, ya silakan lapor. Supaya hasilnya benar-benar dirasakan manfaarnya oleh masyarakat,”terangnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Tulangbawang Barat Yantoni dan Ketua Komisi C Paisol SH yang ikut melakukan peninjauan tersebut meminta PT SMI dapat menunda pencairan dana tahap dua kepada rekanan khususnya di proyek ruas jalan Mulyoasri-Candrakencana senilai Rp18,9 miliar. Hal ini lantaran di beberapa titik kegiatan diduga tidak sesuai kontrak, bahkan ditemukan rigit beton dan hotmix sudah ada yang rusak.
“Lihat saja, baru dihotmix kemarin sudah ada yang dibongkar lagi karena amblas. Juga ada pekerjaan taludnya yang ikut rusak,”jelas Yantoni dan Paisol saat di lokasi kemarin.
Di tempat yang sama, Kepala Proyek PT. Mulya Putra Pertama, Yulian membantah jika ada pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan. Sebab pelebaran jalan hotmix dan rigit beton Mulyaasri-Candrakencana telah dikerjakan sesuai kontrak. “Namun jika ada yang belum maksimal, akan kami perbaiki. Sebab kegiatan ini masih merupakan tanggung jawab kami sebagai rekanan,” terangnya.
Berdasarkan catatan Radar Lampung, keempat proyek yang ditinjau tim PT. SMI dan pimpinan dewan tersebut yakni peningkatan ruas jalan Sp.Tugurato-Sp-jalur 2 Kangunganratu (Rp12 miliar), peningkatan Sp.Jalur 2-Sp BTJ Karta (Rp17,5 miliar). Pembangunan Pasar Pulungkencana senilai Rp77 miliar dan peningkatan ruas Jalan Mulyoasri-Candrakencana (Rp18,9 miliar). (fei)