Bawaslu Mesuji menilai Buku Yassin Bukan Alat Kampanye

89
Ilustrasi: Admin/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, MESUJI-Badan pengawas Pemilu (Bawaslu ) Kabupaten Mesuji menilai metode kampanye dengan menyebarkan buku yasin bergambar calon DPR, DPRD, DPD, dan presiden dan wakil presiden adalah suatu pelanggaran pemilu.
“Ya Karena buku Yasin bukan termasuk dalam Bahan kampanye yang bisa dibagikan kepada peserta kampanye,”jelas Ketua Bawaslu Mesuji Apri Susanto Senin (11/03).
Menurut Apri Buku Yasin Bergambarkan Caleg itu bukan termasuk Bahan kampanye, itu tidak ada di PKPU 23, 28, dan 33 tahun 2018, makanya bila ada buku Yasin Bergambarkan caleg itu adalah merupakan pelanggaran pemilu.
Dia juga menjelaskan bahwa bahan kampanye yang dapat dibagi kan kepada peserta kampanye itu sudah diatur didalam PKPU tentang kampanye yaitu Bagian keempat PKPU nomor 23 tahun 2018 pasal 30 ayat 2 yang didalamnya ada 12 Item .
“Di 12 Item di PKPU itu tidak ada buku Yasin maka bila Didesa desa /diklompok yasinan ditemukan buku Yasin Bergambarkan calon DPRD, DPR, DPD atau presiden dan wakil presiden saya mengintruksikan untuk ditarik dan dilakukan penanganan pelanggaran sesuai prosedur undangan -undang pemilu dan Perbawaslu ” tambahnya.
Sementara itu komisioner Bawaslu kordinator divisi Hukum dan penanganan pelanggaran Bambang Wahyudi menambahkan bahwa didalam membaca undang undang dan PKPU jangan cuma membaca pasal dan satu ayat saja, tapi juga harus membaca semua Ayatnya karena semuanya berkaitan.Oleh karena itu si calon jangan salah menafsirkan bahwa buku Yasin itu boleh dibagikan dan itu merupakan pelanggaran pemilu.
” Intinya di dalam PKPU di 12 item itu tidak menyebutkan Buku Yasin , jadi buku Yasin Bergambarkan calon itu sudah merupakan suatu dugaan pelanggaran pemilu dan itu harus diproses,” pungkasnya (mis)