Pelipatan Surat Suara Pemilu 2019, Petugas Wajib Patuhi Tata Tertib

93

Radartuba.com, TUBABA – Mulai hari ini, Selasa (26/2/2019), logistik Pemilu 2019 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) berupa surat suara pemilu presiden dan pemilu legislatif mulai dilakukan pelipatan, penyortiran, dan pengesetan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tubaba menargetkan kegiatan yang berlangsung di  Gudang Logistik KPU di Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulang Bawang Tengah itu akan rampung dalam waktu 5 hari kedepan atau hingga 2 Maret mendatang.

Ketua KPU Tubaba, Ismanto Ahmad melalui Darwin Eko Saputra selaku Wakil Kadiv Logistik menegaskan kepada seluruh petugas pelipatan, penyortiran dan pengesetan surat suara Pemilu 2019  agar dapat bekerja dengan baik dan mentaati semua tata tertib yang ada.”Kami meminta semua petugas dalam kegiatan ini benar – benar bekerja dan sungguh-sungguh, serta tetap berhati-hati dalam pelipatan surat suara pemilu ini. Ini harus kita jaga dan usahakan jangan sampai rusak,”ungkapnya melalui telepon.

Di hari pertama pelipatan surat suara ini, ada sebanyak 83 petugas. Namun menurut Darwin, petugas bisa saja bertambah karena yang mendaftar kemarin ada sebanyak 140 orang.” Tapi bisa juga berkurang dari jumlah yang datang hari ini. Yang jelas target kami lima hari selesai, tapi tergantung bapak ibu  (petugas) ini. Kita berharap berjalan dengan baik dan lancar,”harapnya seraya menyebutkan proses pelipatan, penyortiran, dan pengesetan dimulai dari surat suara DPRD Provinsi, DPR RI, DPD, DPRD Kabupaten, dan terakhir surat suara pemilu presiden.

BACA JUGA:  Kunker Ke Tiyuh, Bupati Umar Ahmad Berharap Warga Jaga Situasi Kondusif Jelang Pemilu

Proses pelipatan, penyortiran, dan pengesetan surat suara pemilu ini diawasi ketat Bawaslu Tubaba.”Pantauan sampai saat ini baru beberapa saja yang ditemukan rusak dan langsung dipisahkan,”kata Midiyan, S.Sos, Ketua Bawaslu Tubaba saat dihubungi Radar Tuba melalui telepon, Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dia juga mengingatkan agar seluruh petugas wajib mematuhi tata tertib dalam kegiatan tersebut, diantaranya petugas yang terlibat dalam kegiatan itu dilarang membawa surat suara keluar dari ruangan penyortiran, pelipatan dan pengesetan surat suara dengan alasan apapun. Jika ada yang ketahuan membawa surat suara keluar ruangan maka akan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan untuk surat suara yang rusak atau cacat, lanjutnya, wajib dipisahkan dan dihitung jumlahnya, dan dimasukkan kedalam amplop atau plastik yang telah disediakan, serta dilaporkan kepada pengawas.”Surat suara yang rusak atau  cacat tidak boleh dikeluarkan dari ruangan sortir. Berapa jumlahnya yang rusak nanti ada berita acaranya,”tutupnya.(ded)