Banjir di Tubaba : Dissos Masih Minta Bantuan ke Provinsi, BPBD Siaga 24 Jam

42

Radartuba.com, TUBABA – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) diminta untuk segera menyikapi banjir yang melanda sejumlah wilayah di daerah setempat, baik dalam hal tanggap darurat ataupun bantuan sosial bagi warga yang terdampak banjir akibat luapan sungai Way Kiri dan Way Kanan tersebut.

Menanggapi masalah bantuan sosial, Dinas Sosial (Dissos) Kabupaten Tubaba baru mulai bergerak, salah satunya dengan meminta bantuan ke provinsi. “Saya masih dijalan menuju Bandar Lampung untuk mengambil barang (bantuan) yang ada di Provinsi, karena daerah-daerah lain sudah mengambil. Yang jelas semacam buffer stock, tapi kita belum tahu apa saja,”ungkap M.Rasidi, SH, Kepala  saat dihubungi Radar Tuba melalui telepon, Kamis (21/2/2019).

Meski demikian, dia menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku leading sektor penanganan bencana .”Air (banjir) sekarang ini semakin tinggi, dan kami juga sudah meminta kepada BPBD untuk selalu memantau perkembangan dilapangan,”ulasnya.

Terkait bantuan, Rasidi menjelaskan bahwa kepala tiyuh harus melakukan pendataan terhadap korban yang terdampak banjir, kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati melalui BPBD, yang sebagai tembusan juga disampaikan kepada Dissos.”Berdasarkan permohonan itu,  BPBD nanti koordinasi dengan kita dan ini juga bisa menjadi dasar kami meminta bantuan ke provinsi. Meski demikian, kami dari Dissos juga akan segera turun ke lokasi banjir,”tutupnya.

BACA JUGA:  Susun RKPD 2020, Pemkab Tubaba Laksanakan Musrenbang

Sementara  itu, Kepala BPBD Tubaba Aluwan memastikan bahwa pihaknya siaga 24 jam untuk selalu memantau perkembangan dilokasi banjir dan menghimbau masyarakat khususnya yang berada di sekitar sungai Way Kiri dan Way Kanan untuk selalu waspada.

“Saya mewakili pemerintah daerah Tubaba, berharap kepada masyarakat agar selalu siaga karena curah hujan saat ini sangat tinggi yang bisa mengakibatkan sungai semakin meluap. Sekarang kita sudah standby 24 jam untuk selalu mengecek dimana yang biasanya rentan banjir. Langkah kedepannya kita lihat perkembangan debit airnya, jika semakin besar maka kita akan menurunkan sekoci/perahu untuk membantu warga dan mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,”kata dia kepada wartawan. (ded)