Tokoh Adat Tubaba Bahas Ujaran Kebencian

27

Serahkan Ujaran Kebencian Ditangani Penegak Hukum

Radartuba.com, TUBABA – Tokoh-tokoh adat Mego Pak Tulangbawang Barat (Tubaba) yang tergabung dalam Federasi Adat Mego Pak menyerahkan permasalahan dugaan ujaran kebencian kepada aparat penegak hukum. Karena, Indonesia yang didalamnya ada Kabupaten Tubaba adalah negara hukum, maka permasalahan ujaran kebencian yang diposting melalui facebook tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Kesepakatan itu setelah para tokoh adat se-Kabupaten Tubaba menggelar pepung (musayawarah) di kediaman Ketua Federasi Tokoh Marga Empat Tubaba Hi. Herman Artha S.Kom, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba pada (10/1) sejak siang hingga sore hari tadi.
Pepung adat ini dilakukan tokoh-tokoh adat lantaran pemilik akun Facebook yang diduga merupakan warga Kecamatan Way Kenanga, Tubaba tersebut dengan sengaja telah mengucapkan ujaran kebencian yang dapat memicu perpecahan kerukunan hidup bermasyarakat.
Ketua Federasi Empat Marga Megow Pak Tubaba Hi.Herman Artha.S.Kom. mengatakan, karenanya sebelum permasalahan tersebut meluas, pihaknya mengadakan musyawarah adat sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Berdasarkan daftar tokoh adat yang hadir, nampak Tokoh Adat Tiyuh Panaragan Nisom Pattah, Roihanto, Syamsudin Ali, Ali Basah/Tuan Sampai, Hi. Zulkipli, Tamhir, Abdulah, Iskandar. Tokoh Adat Tiyuh Karta Hi Sahmin Stan Seimbang, dan Bandarsyah Yusuf. Tokoh Adat Tiyuh Gunung Katun Tanjungan dan Gunung Katun Malai Hi. Muin, Saidan. Tokoh Adat Tiyuh Gedungratu M. Ali, Nursali.
Tokoh Adat Tiyuh Menggala Mas, Arkham. Tokoh Adat Tiyuh Bandar Dewa, Enggol Penji Negara dan Ridwan. Tokoh Adat Tiyuh Pagar Dewa,
Hernani, Damiri. Tokoh Adat Tiyuh Penumangan, Riskon Husin, Madrid, Arjoni
Amirson Peri. Tokoh Adat Tiyuh Gunung Terang, Marga, Imron, Samsu Rijal,
Romadi. Tokoh Adat Tiyuh Gunung Agung, Busni Stan Jaya Sampurna.
Selain Juga aparat TNI-Polri, Anggota Unit Kodim 0412/LU Sertu Ahmad Sarpuddin, Anggota Polres Tuba, dan Polsek TBT Kanit Intel Polres Aipda Maramis dan Bripka Hendri Utama dan Kanit Intel Polsek TBT Bripka Tohaf Naengolan dan Bripda Dimas.
Menurut Ketua Federasi Marga Empat Tubaba Herman Artha pertemuan ini untuk membahas atas keterkaitan dalam postingan Media Sosial (Fecebook) tentang ujaran kebencian terhadap suku Lampung.
“Orang Lampung itu ada palsafah yaitu Piil Pesenggiri (harga diri), Juluk Adek, Nengah Nyampur, Nemui-nyimah, dan Sakai-Sambaiyan.
Atas permasalahan ini, pihaknya meminta kepada Aparat Penegak Hukum dapat menuntaskan permasalahan tersebut sesuai dengan aturan hokum yang berlaku. Kemudian, Herman juga meminta agar pembuat status media sosial yang diduga menghina suku Lampung tersebut meminta maaf Kepada Tokoh-tokoh Adat di Tubaba.
Hal senada diamini Tokoh Adat Mengala Mas, Arham. Pihaknya meminta permasalahan ini dapat diselesaikan secara Hukum Negara yang berlaku dan Hukum Adat agar hal ini memberikan efek jera kepada yang lain agar tidak membuat hal-hal yang akhirnya merugikan diri sendiri dan orang banyak.
Tokoh Adat Karta. Hi. Sahmin Stan Seimbang juga mengatakan dirinya sangat setuju dengan sikap-sikap tokoh adat se-Kabupaten Tubaba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara musyawarah dan mufakat.
“Agar dalam permasalahan yang kita bahas ini terkait penghinaan terhadap Suku Lampung tentunya dapat diselesai secara Hukum Negara dan Hukum Adat Lampung upaya mampu memberikan efek jera kepada yang lainnya.”tutupnya. (fei)

22 Views
BACA JUGA:  Pemuda Karang Taruna Penawar Baru Rutin Kerja Bhakti