Bawaslu Registrasi Dugaan Pembagian Sembako

14
Ilustrasi: Admin/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, TUBABA – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar rapat bersama dengan tim penegakan hukum terpadu (Gakumdu) kabupaten setempat. Rapat tersebut setelah Bawaslu selesai meminta keterangan kepada tiga anggota Panwascam Kecamatan Lambukibang, Muhamad Luai, Alang Kusawara, dan Rona Irawan.
Berdasarkan prosedur yang ada di Bawaslu, ketiganya menjadi petugas penyelenggara Pemilu sebagai penemu dugaan pemberian sembako kepada warga. Kepastian ini diungkapkan Ketua Bawaslu Tubaba, Midiyan, S.Sos, kepada Radar Tuba (Group Radar Lampung), Selasa (5/2) Pukul 11.52 WIB saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
Berdasarkan keterangan ketiganya menurut Midiyan, Gakumdu memastikan bahwa permasalahan ini memenuhi unsur, sehingga langsung diregistrasi di Sentra Gakumdu Tubaba.
Sebab hasil permintaan keterangan terhadap ketiganya bermula ketika ada warga yang mengetahui di rumah Slamet, warga Tiyuh Lesung Baktijaya, RT/RK 002/001 Kecamatan Lambukibang, Kabupaten Tubaba terdapat puluhan paket sembako. Malam itu ketiganya langsung menuju rumah Slamet dan ternyata terdapat 31 bungkus sembako yang berisi mie instan empat bungkus, minyak goreng satu bungkus, sabun cuci satu bungkus, dan gula satu kilogram. Saat ini barang bukti sebanyak satu bungkus telah kami amankan di Bawaslu. Sebab, yang lainnya telah diambil kembali oleh yang punya,katanya.
Diduga, sembako tersebut lanjut Midiyan adalah milik Didik Kuswadi, salah satu Caleg dari PKB dari Daerah Pemilihan 2 (Kecamatan Pagardewa, Kecamatan Lambukibang, Kecamatan Batuputih, Kecamatan Gunungterang). Ini yang kami tindak lanjuti. Rabu (6/2) akan kami bahas bersama di Sentra Gakumdu,tutupnya.
Seperti diberitakan Radar Tuba sebelumnya, Bawaslu Tubaba, (4/2) akan memanggil saksi yang melihat atau mengetahui adanya sembako di rumah Slamet, warga Tiyuh Lesung Baktijaya, RT/RK 002/001 Kecamatan Lambukibang, Kabupaten Tubaba.
Bawaslu Tubaba menurut ketuanya, Midiyan, S.Sos. belum dapat memanggil pihak-pihak lain sebelum adanya saksi atas dugaan pembagian sembako tersebut. Dalam hukum itu meskipun ada barang bukti namun kalau belum ada saksi ya tidak bisa,terangnya.
Diakui Midiyan, saat ini pihaknya kesulitan mengumpulkan saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut, sehingga perkaranya dapat diproses secara hukum. Tapi kita terkendala karena biasanya mereka saling tidak enak lantaran satu kampong. Biasanya kekerabatan mereka sangat erat,jelas Midiyan lagi.
Jika ada saksi, maka dugaan pembagian sembako ini dapat diteruskan ke ranah hukum sebagai sebuah pelanggaran dalam masa kampanye saat ini. (fei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here