Hidup Sebatang Kara, Hanya Ditemani Sebuah Tv Jadul

67

Radartuba.com, Menggala – Guruku Pahlawanku, itulah julukan yang pantas diterima oleh nenek Zubaidah prempuan (76 Tahun) yang berfrofesi sebagai guru ngaji Di Kampung Ujung Gunung Ilir Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang.
Menjadi seorang guru ngaji sudah puluhan tahun ditekuni oleh nenek Zubaidah, sekedar mengandalkan hidup untukmemnuhi kebutuhan hidup nenek Zubaidah hanya mengharapkan belas kasih bayaran Rupiah dari orang tua yang anak-anaknya ikut mengaji.
Nenek Zubaidah tinggal sebatang kara disebuah Geribik yang berukurran 3×4, yang ditemani dengan TV jadul yang memberikan gambar tidak jelas, hanya sekedar suara yang dapat didengar menjadi hiburan baginya.
Nenek Zubaidah memiliki 3 orang anak, salah satu rumah anaknya tinggal berdekatan dengannya namun nenek Zubaidah lebih memilih hidup sendiri yang tidak ingin merepotkan anak-anaknya.
Saya hanya tinggal sendirian Di sini, untuk memenuhi kebutuhan hidup saya hanya mengandalkan dari uang bayaran ngaji dari anak didik saya, tapi sejak seminggu ini semua anak didik saya berhentikan karna saya sudah tidak mampu lagi mengajakan mereka mengaji ditambah dengan peglihataan saya yang sudah semakin pudar, ungkap Zubaidah Kepada Radar Tuba Kamis (24/01).
Saya sekarang sudah tidak tahu bagaimana kehidupan saya ini nantinya karena saya sudah tidak mampu lagi untuk bekerja mengajar anak-anak, saya mau tinggal dan diem bersama anak itu tidak mungkin saya lakukan karena anak sayapun untuk memnuhi kebutuhan hidup mereka juga susah, namun semuanya saya serahkan dengan Allah saja, tambah Zubaidah dengan nada harunya.
Gustina salah satu tetangganya, mengatakan saya sangat kasian melihat nasib nenek Zubaidah yang hidup sendirian, apapun kegiatan yang ingin dilakukannya itu sangat sulit dilakukannya, namun salah satu kepedulian saya terhadapnya sesering mungkin saya mengunjunginya dan memberikannya makanan, ditambah saya terkadang menucucikan pakaiannya.
Saya berharap kepada Pemerinntah dan Instansi apa saja yang perhatian terhadap nasib nenek Zubaidah ini dengan memberikan bantuan dalam bentuk apa saja yang kiranya dapat meringankan beban beliau, maka saya akan sangat merasa senang juga, karena saya merasa bantuan yang kadang saya berikan itu belum sepenuhnya maksimal dirasakan nenek Zubaidah, harap Gustina. (Bud)