Khamami Tegur Pengemudi Truk Angkutan Barang Yang Muatannya Melebihi Ketentuan

58
Bupati Mesuji Hi Khamami SH terlihat sedang Menjelaskan ke pengemudi truk tronton bahwasannya kelas jalan di Kabupaten Mesuji kelas III,beban berat yang melintas ada batasnya yang di atur UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dan UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Foto Misdi/RADARTUBA.COM

Radartuba.com, MESUJI – Bupati Mesuji Khamami tegur pengemudi truk angkutan barang yang bermuatan melebihi ketentuan. Hal itu dilakukan orang nomor satu di Mesuji itu guna meminimalisir kerusakan jalan di Kabupaten setempat , mengingat kemampuan jalan di Mesuji menahan beban kendaraan yang terbatas.
“Ya, saya menjelaskan ke pengemudi truk tronton untuk tidak melintas lagi dijalan wilayah Mesuji dengan beban muatan yang berlebihan. Sebab, kelas jalan di Mesuji adalah kelas jalan III dan beban berat yang melintas ada batasnya. Hal itu sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan,”Kata Khamami.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui dinas perhubungan setempat, memang tengah gencar mensosialisasikan kepada para pelaku usaha serta pengguna jalan disana, khususnya pengemudi truk tronton yang kerap kali tidak memperhatikan aturan tentang beban muatan kendaraannya.
Seperti diungkapkan kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mesuji Drs.Widada, saat dikonfirmasi wartawan via ponselnya, Selasa(15/1), bahwa pihaknya terus berupaya untuk mensosialisasikan serta menindak tegas para pelaku usaha dan pengemudi truk yang nekad melanggar aturan tentang beban muatan kendaraan tersebut.
Hal itu mengingat tingginya angka kerusakan infrastruktur jalan di Mesuji, yang disebabkan oleh beban muatan kendaraan pengangkut material milik pengusaha setempat, dan kayu gelam yang berlebihan dan melebihi ketentuan.
“Upaya penindakan terus kita lakukan untuk mencegah kerusakan jalan akibat muatan kendaraan yang berlebihan. Bahkan, sebagian sudah diberikan sanksi berupa tilang, apabila sampai dua kali kita tilang masih juga melanggar, maka kita tidak akan segan-segan untuk menahan kendaraannya. Hal ini agar dapat menimbulkan efek jera bagi para pengemudi truk serta pelaku usaha yang tidak mau mengindahkan teguran kita,” jelas Widada.(Mis)