Flu Burung Mewabah Di Tubaba, Disnak Intensifkan Pengendalian

86

Radartuba.com, TUBABA – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengintensifkan pengawasan dan pengendalian serangan Virus H5N1 (Avian Influenza/ AI) penyebab Flu Burung di beberapa wilayah yang ada di daerah setempat, antara lain di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tumijajar, dan Tulang Bawang Udik . Pasalnya, sejak memasuki pancaroba (pergantian musim) September lalu, sudah tercatat ratusan unggas terutama Ayam dan Bebek mati mendadak  akibat terjangkit virus tersebut.

Bahkan, diakhir November lalu kembali didapati ratusan ekor unggas di RK 2 Tiyuh Pulung Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah juga mati mendadak. Meski belum diketahui pasti penyebabnya, namun Disnak Tubaba menyatakan terindikasi flu burung.”Kalau dari gejalanya terindikasi flu burung. Tapi tidak sempat kita ambil sampel untuk di uji lab, karena masyarakat memberitahu seminggu setelah kejadian,”ungkap Kasi Keswan Disnak Tubaba, drh.Irwan Sutrisno saat dihubungi Radar Tuba melalui ponselnya, Rabu (12/12) kemarin.

Menurutnya, berbagai upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum pancaroba, mulai dari vaksinasi hingga kegiatan bio security dengan menyemprot kandang menggunakan desinfektan.”Vaksinasi tahun ini sudah ada 20 ribuan dosis dan 20-an liter desinfektan. Tapi, kalau sudah mewabah seperti sekarang ini tidak mungkin divaksin lagi, yang bisa dilakukan hanya bio security agar virus tidak menyebar semakin luas,”terangnya.

BACA JUGA:  Tubaba Belum Punya RDTR?

Dia berharap, masyarakat khususnya para peternak ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan pengendalian serangan flu burung di kabupaten setempat.”Kalau didaerahnya ada unggas yang mati mendadak segera lapor ke kami. Bisa melalui petugas kesehatan hewan didaerahnya atau datang langsung ke Disnak Tubaba. Sebab, informasi dari masyarakat sangat diperlukan dalam meminimalisir serangan flu burung,”tukasnya. (ded)