Kemenpora Terus Gencarkan Pembinaan & Pengembangan Olahraga Pendidikan

79

Radartuba.com – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus menggencarkan penataan kelembagaan dalam rangka melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga di satuan pendidikan.

Menurut Asisten Deputi Olahraga Bidang Pendidikan Kemenpora, Alman Hudri hal itu terus dilakukan pemerintah guna meningkatkan prestasi olahraga di Tanah Air. Alman menambahakan, semua yang dilakukan pihaknya tersebut sesuai dengan UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

“Jadi pembinaan dan pengembangan keolahragaan dilaksanakan melalui jalur keluarga, jalur Pendidikan, dan jalur masyarakat yang berbasis pada pengembangan olahraga untuk semua orang yang berlangsung sepanjang hayat dan itu tertuang dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Bab VII Pasal 21 Ayat 4,” ungkap Alman Hudri kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (4/11).

Alman menjelaskan nantinya, sebagaimana tertuang dalam dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Bab VII Pasal 25 Ayat 2, pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan bakal dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru/dosen olahraga yang berkualifikasi dan memiliki sertifikat kompetensi serta didukung prasarana dan sarana olahraga yang memadai.

“Untuk menumbuhkembangkan prestasi olahraga di lembaga pendidikan, pada setiap jalur pendidikan dapat dibentuk unit kegiatan olahraga, kelas olahraga, pusat pembinaan dan pelatihan, sekolah olahraga, serta diselenggarakannya kompetisi olahraga yang berjenjang dan berkelanjutan,” terangnya.

“Unit kegiatan olahraga, kelas olahraga, pusat pembinaan dan pelatihan, atau sekolah olahraga sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disertai pelatih atau pembimbing olahraga yang memiliki sertifikat kompetensi dari induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan dan/atau instansi pemeirntah,” sambungnya.

Selain itu menurutnya, Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan dapat memanfaatkan olahraga rekreasi yang bersifat tradisional sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran.

BACA JUGA:  Wujudkan Keluarga Sejahera,DP2KB Gelar Sosialisasi

Lebih lanjut, Alman mengakui Minimnya regenerasi atlet dan pehamanan para pelaku olahraga dalam menghasilkan atlet potensial, berakibat pada penurunan prestasi olahraga baik pada tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

“Banyak faktor yang seringkali dianggap sepele padahal manfaatnya sangat besar, salah satunya adalah pembinaan melalui identifikasi keberbakatan terhadap atlet usia dini, pelajar, mahasiswa dan penyusunan serta penerapan program latihan yang tepat agar atlet dapat berprestasi maksimal dimasa yang akan datang,” bebernya.

Ia menjelaskan, olahraga mempunyai peranan yang sangat penting bagi anak usia dini dalam pertumbuh dan kembang anak akan menjadi optimal baik dari segi fisik, mental dan emosional. “Jadi olahraga sangat berdampak positif bagi anak diantaranya pada psikologis, kesehatan, kebugaran, pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasan,” terangnya.

Alman juga menjelaskan bagaiman konsep-konsep pembinaan dan pengembangan olahraga di satuan pendidikan yang harus dilakukan mulai dari usia lima tahun. Menurutnya, usia lima tahun terlebih dahulu dikenalakan dengan jenis olahraga yang lebih complex kerjasama, kompetisi dengan tetap bermain dan bergembira.

“Nah pada saat usia 8-9 tahun baru mulai terapkan olahraga formal  yang sesuai dengan peraturan. Target yang harus dicapai atlet usia dini dalam kegiatan olahraga adalah menerapkan sebaik mungkin keterampilan dan kemampuan yang sudah dilatihkan kedalam pertandingan,” tutur Alman.

Selain itu, menurut Alman pembinaan melalui identifikasi keberbakatan juga harus dimulai sejak dini. Menurutnya, beberapa negara dengan populasi rendah di Eropa telah menerapkan program identifikasi bakat dalam menjaring bibit atlet potensial dalam olahraga.

“Dan Indonesia pun harus memiliki badan Keberbakatan itu. Adanya badan keberbakatan yang akan mewadahi bakat-bakat muda Indonesia itu menjadi rekomendasi,” tutupnya. (Gie/Fin)